Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Hindari Nirgelar Eh Malah dapat Undecima. Selamat Madr11d Pendapat

Akhirnya mental juara-lah yang membedakan antara Real Madrid dan Atletico Madrid. Meski sepanjang laga ATM mendominasi dengan raihan Ball Posesion 52% berbanding 48%, tapi sekali lagi mental juaralah yang menentukan segalanya berakhir indah buat Madrid guna mencaplok raihan Undecima (titel ke-11). Tidak bisa dimungkiri hasil tersebut menyelamatkan muka Madrid sekaligus menghindarkan Madrid dari status nirgelar untuk kedua kalinya secara beruntun. Dengan hasil itu pula Madrid semakin mempertegas posisinya sebagai Raja Eropa.

Sementara ATM sendiri kembali harus mengubur mimpinya merengkuh The Big Ear, setelah melakukannya dalam tiga kali percobaan yang berujung kekalahan menyakitkan dan penuh drama. Lagi-lagi Dewi Fortuna seperti menjauh dari dekapan ATM dan lebih nyaman berada dalam dekapan Si Putih. Namun demikian El Diego’s Team tak perlu berkecil hati. Buku sejarah Piala/Liga Champion tetap akan menggoreskan tintah emas buat ATM. Buku catatan sejarah akan mencatat kiprah sensasional para lelaki tangguh di kubu ATM. Di tangan Simeone-lah, tinta itu tergores indah karena Simeone mampu menciptakan kengerian pada setiap lawan-lawannya di Liga Champion.

Dihadapkan pada semua lawan yang berstatus jawara liga domestik, tapi ATM selalu mampu menyingkirkan mereka satu per satu. Bahkan ada ungkapan sarkastik yang mengatakan, jika seandainya Madrid berstatus juara La Liga, mungkin keahlian ATM menyingkirkan para jawara bisa menular di laga final. Tapi itu hanyalah ungkapan candaan yang tidak akan pernah terjadi karena Madrid telah mengukuhkan diri sebagai yang terbaik di dataran benua biru setelah menyudahi perlawanan ATM lewat drama adu penalti.

Di waktu normal kedua tim berbagi angka sama, 1-1. Ramos membawa Madrid unggul 1-0 di babak pertama. Di babak kedua, Carrasco menyamakan kedudukan 1-1. Skor tidak berubah hingga laga usai, meski sebenarnya ATM bisa unggul di babak kedua setelah Torres dijatuhkan di kotak penalti. Namun sayang, tendangan penalti Griezmann membentur mistar gawang. Laga pun dilanjutkan lewat perpanjangan waktu, dan kembali kedua tim tak mampu menambah gol hingga laga harus diselesaikan lewat adu penalti. Lima penendang Madrid sukses menggetarkan jala Oblak,sementara pemain ATM dua kali gagal menyarangkan bola ke gawang Navas. Skor 5-3 menyudahi perlawananan ATM.

Tegar. Itulah gambaran wajah para pemain ATM. Bahkan secara jantan Simeone memberi ucapan selamat kepada rival sekotanya itu. Para pemain ATM pun nampak tegar, meski wajah sedih tak bisa mereka tutupi. Puluhan ribu suporter di San Siro yang sebagian adalah fans ATM terlihat menangis meratapi kegagalan tim kesayangannya itu. Kesempatan merengkuh titel perdana nan prestisius pun kembali lenyap di telan bumi. Selamat Madrid. Selamat juga kepada ATM atas perjuangan kalian memberi warna dalam duopoli Barca dan Madrid di La Liga. Serta menciptakan ketakutan kepada para rival di kompetisi paling mewah sekelas Liga Champion. Tirai kompetisi yang tersingkap pada awal pembuka musim 2015/2016 kini telah resmi ditutup bersamaan kelarnya parade juara Madrid di San Siro.

Sekali lagi selamat. Kalian memang layak ada di tahta tertinggi. Sebagai fans Barca, saya beranggapan bahwa double winners yang diraih Barca musim ini sama nilainya dengan sebuah trofi Liga Champions milik Madrid. Apa pun penilaian kubu Madrid terhadap tulisan ini, saya sebagai penulis tetap berupaya objektif, meski saya juga tidak bisa menghindari adagium bahwa sepak bola itu surganya subjektifitas dan objektifitas di sepak bola yang acapkali didengung-dengungkan ibarat sebuah mitos belaka. (Lukman Hamarong)
 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09095 seconds.