Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Kecamatan Bayan KLU NTB Menjadi Tujuan Wisata Budaya Pendapat

Bayan Menjadi Tujuan Wisata Budaya

Lombok Utara ( SK). Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat  Menjadi Tujuan Wisata Budaya, Karena Para Wisatawan bisa menyaksikan sendiri Monumen bersejarah seperti Masjid Kuno Bayan, Masjid Kuno Barong Birak, Masjid Kuno Semokan yang atapnya terbuat dari Bambu, dindingnya juga dari Bambu lantai Tanah juga bisa melihat makam yang atap bangunannya dari bambu juga sedangkan Rumah Tradisional semuanya atap alang-alang dan yang paling unik lagi bisa melihat Pakaian masyarakat adat Bayan seperti Jong, Kereng Poleng, kereng londong abang, dodot rejasa, semua itu merupakan Hasil Tenun Masyarakat Adat Bayan bahkan bisa di beli sebagai oleh-oleh suku cadang tersedia di Depan Masjid Kuno Bayan dan Karang Bajo.20-05-16


Setiap Dearah memiliki Rumah adat dan tradisi yang berbeda-beda, begitu juga dengan bentuk Rumah adat yang ada di Kecamatan Bayan di sebut Bale mengina, rumah adat itu bisa ditemukan di masing-masing Desa yaitu Desa Bayan, Desa Karang Bajo, Desa Senaru, Desa Loloan, Desa Sambik Elen, Desa Anyar dan Desa Sukadana tepatnya di Kampu Bayan Timur, Kampu Bayan Barat, Bale Kiyai Pengulu, Bale Kiyai Ketip, Bale Mak Lokak Pelawangan, Bale Mak Lokak Karang Salah, Bale Mak Lokak Perumbak Daya, Bale Mak Lokak Gantungan Rombong, Bale Kiyai Lebe, , Bale Mak Lokak Karang Pande, Bale Mak Lokak Karang Bajo, Bale Mak Lokak Karang Tulis, Bale Mak Lokak Karang Tuban, Bale Mak Lokak Singgan, Bale Mak Lokak Lang-lang, Bale Mak Lokak Walin Gumi, Bale Mak Lokak Perumbak Lauk, Bale Mak Lokak Senaru, Bale Mak Lokak Loloan, Bale Lokak Anyar, Bale Lokak Ruak Bangket dan lain-lain.

Bale adat yang di tempati oleh mak lokak terdiri dari bangunan bale menginga sebagai Tempat tinggal, amben belek tempat barang kebutuhan acara, Amben berik tempat perabot rumah tangga juga sebagai tempat tidur , berugak saka enam tempat melaksanakan acara dan tempat menerima tamu, Sambi dan geleng tempat penyimpanan padi bulu, monjeng tempat penyimpanan padi sehari hari sebelum di olah menjadi beras. Bale Adat di pelihara dan di tempati oleh para toak turun ini tetap terpelihara sepanjang masi menduduki jabatan sebagai perusa, jabatan tertentu, apabila yang bersangkutan sudah ujur di lanjutkan oleh anak keturunan yang lain dan rumah adat tersebut tetap di tempati, sedangkan untuk pelaksanaan perbaikan rumah di kerjakan secara gotong royong oleh masyarakat adat, dan semua masyarakat adat mendukung baik dari biaya maupun dari segi waktu untuk membantu mengerjakannya.

Bale adat akan tetap terawatt sampai seterusnya jika ada kerusakan baik dari atap alang-alang, pagar bedek dan tiang kayu, belandar dan usuk, baru di lakukan perbaikan, bahan bamboo untuk kebutuhan adat tidak usah di beli karena masyarakat adat mempunyai suku cadang bambu, begitu juga dengan kayu ada tempat husus untuk menebang dengan cara adat, tinggal ongkos pulangkan bahan saja, yang di beli itu adalah alang-alang. Bale Adat adat tidak memiliki jendela, pintunya yang pendek jadi kita harus menunduk memberi hormat ketika hendak masuk, Bale adat ini walau tidak mempunyai ruang tetapi ada 2 pintu, yaitu pintu luar dan pintu inan bale yang di atas. Sedangkan busana pada saat basuk rumah adah itu kita tidak boleh memakai baju kaos, harus baju yang ada kancing, begitu juga kain yang di pakai harus kain batik panjang tidak boleh memakai kain londong yang di jait dan tidak memakai alas kaki.
Jadi Ayo berkunjung ke tempat wisata budaya yang ada di wilayah Kecamatan Bayan, ( Ardes )

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.10654 seconds.