Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

YPAP Bersama LPDA Lakukan Kunjungan Sosial "Aksi Mualem Peduli” Berita

Aceh Besar, Suara Komunitas. - Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP) bersama dengan Lembaga Pemberdayaan Disabilitas Aceh (LPDA) pada tanggal 11 Mei 2016 minggu lalu melakukan kunjungan sosial dalam aksi Mualem, Muzakir Manaf sebagai Wakil Gubernur Aceh. 

Kunjungan dilakukan di rumah bapak Razali (65) dan ibu Nuraini (53) merupakan pasangan suami istri penyandang disabilitas tunanetra yang beralamat Gampong (Desa) Lam Neuhen Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Demikian disampaikan dalam rilisYPAP kepada Suara Komunitas, Selasa (17/5).

Razali menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka membuka usaha pijat, namun sayangnya dalam satu bulan terkadang tidak ada seorang pasienpun yang mengunjungi usaha pijatnya, hal ini disebabkan tempat usaha yang terlalu jauh dan mereka tidak mampu untuk menyewa rumah atau toko dilokasi pinggiran kota. Demikian dituturkan oleh Chaidir, Kepala YPAP.

Chaidir menambahkan, mirisnya lagi penyandang disabilitas tunanetra seperti keluarga Razali, tidak pernah mendapat bantuan dari Pemerintah kecuali beras raskin.  Iitupun dengan hak dan prosedur yang sama dengan masyarakat lainnya, dan selama ini biaya kehidupan mereka hanya bergantung dari kebaikan masyarakat sekitar.

Razali saat ini tinggal di rumah warisan dari orang tua mereka yang kondisinya sudah mulai lapuk dimakan usia. Beberapa tahun lalu Nuraini pernah menderita tumor ganas dirahimnya dan sudah dioperasi, namun dia masih memerlukan biaya untuk chek up.

Pasangan suami istri ini tidak mau mengemis dijalan atau warung-warung seperti yang digeluti sebagian para penyandang disabilitas lainnya. Mereka memandang bahwa perbuatan tersebut membuat malu.  Mereka teringat pesan dari orang tua mereka yang telah meninggal untuk tidak pernah jadi pengemis. Ungkap Chaidir.

Pasangan penyandang disabilitas tunanetra ini  berharap mendapatkan bantuan rumah (rehab rumah tidak layak huni - red.), BLT (bantuan langsung tunai -red)  dan bantuan hidup lainnya ungkap Razali dengan penuh haru.

"Ini adalah selumit kisah disabilitas Aceh di daerah terpencil dan masih ada ribuaan lagi disabilitas yang senasib,"  ucap Chaidir. Dia menambahkan, YPAP akan mencoba membantu meringankan beban mereka dengan memberikan bantuan tunai untuk kebutuhan hidup para penyandang disabilitas tunanetra. Dan kegiatan ini didukung penuh oleh Mualem, sapaan dari Muzakir Manaf, Wagub Aceh.

YPAP akan memberikan laporan langsung kepada Wakil Gubernur Aceh hingga bisa ditindak lanjuti dan YPAP juga akan melakukan koordinasi dengan Atjeh Connection foundation. Tambah Chaidir.

Chaidir berharap semua pihak dapat memberi dukungan demi kesejahteraan penyandang disabilitas karena mereka memiliki hak yang sama sesuai dengan Undang-Undang RI No.19 Tahun 2011. ***  (Saumi)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09385 seconds.