Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Dilewati Angkutan Barang, Jalan Desa Rusak Parah Berita

Lhokseumawe, Suara Komunitas. - Jalan desa penghubung Desa Uteun Bayi, Desa Banda Masen dan Desa Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, rusak berat akibat sering dilewati kendaraan angkutan barang. Warga mengeluhkan kerusakan di ruas jalan Desa Banda Masen Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.

Jalan mudah rusak dikarenakan sering dilewati truk atau angkutan barang yang berusaha mencari “jalan tikus” untuk menghindari larangan masuk kota. Jalan potong yang dilakukan oleh awak mobil bongkar barang (mobar) tersebut menggunakan jalur Desa Loskala, Ujong Blang ke Desa Banda Masen. Demikian disampaikan  Kepala Desasa (Geuchik) Ujong Blang Tgk Basyir, Sabtu (14/5).

Basyir mengungkapkan sudah banyak kendaraan tronton atau angkutan bongkar muat yang melebihi batas tonase sering melewati dari desanya. “Mobar terkadang juga sering lewat didesa pada malam hari, kadang malah saat jam 04.00 WIB masih dilewatinya, sehingga warga sangat terganggu”.

Selain sangat mengganggu warga, mereka (para kendaraan angkutan barang) juga membuat jalan di desanya ambrol atau cepat rusak. Jalan desa yang dibangun oleh warga secara swadaya tersebut tidak mampu menanggung beban muatan dengan bobot kendaraan bisa mencapai 13-14 ton.

Hal senada diutarakan Kepala Dinas Perhubungan, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dishubbudpar) Kota Lhokseumawe, Muhammad Rizal SH, M.Si. Melalui selulernya menjawab kepada Suara Komunitas terkait keluhan warga Desa Banda Masen yang ruas jalan depan menasah rusak berat, akibat kendaraan angkutan barang sering menerobos masuk lewat desa warga tersebut. 

Untuk mencegah kemacetan arus di jalan desa, Rizal akan melarang truk serta kendaraan berat lainnya melintasi jalur Desa Banda Masen menuju Kota Lhokseumawe. Pihaknya tidak segan untuk menerapkan denda jika dikemudian hari mobil bongkar barang yang kelebihan muatan masih juga mencoba melewati Desa Loskala - Desa Ujong Blang - Desa Bnda Masen.

Rizal menambahkan, mereka selalu beralasan efisiensi atau tidak sepadan dengan ongkos angkutnya. Padahal, risiko kendaraan yang melebihi tonase sangat besar, seperti menimbulkan jalan ambrol.   Seperti yang terjadi di jalan Desa Banda Masek Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.

Disisi lain, salah satu narasumber dari pihak mobil mobar menjelaskan alasan mereka mengambil jalan pintas karena perintah dari pengusaha angkutan barang itu. Beberapa sopir hanya mengikuti perintah juragannya. Hal ini juga diaminkan oleh Kepala Dishubbudpar Kota Lhokseumawe.

Banyaknya keluhan masyarakat terkait dengan rusaknya jalan desa akibat kendaraan angkutan barang tersebut, pihak Dishubbudpar Kota Lhokseumawe akan menempatkan petugas dilokasi  untuk menjaga agar tidak ada lagi angkutan mobil barang melewati jalur jalan desa, yang dilarang terhitung besok (16/5), tutup M. Rizal. (S)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09268 seconds.