Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Pakaian Adat Khas Lombok Utara Adalah Jong Bayan Sastra

SK Lombok Utara. Setiap dearah memiliki adat dan tradisi yang berbeda-beda, begitu juga dengan busana adatnya seperti Jong dalam Masyarakat Adat Bayan pada umumnya digunakan pada saat ada ritual adat tertentu dan ditempat tertentu juga malah Tahun 2015 Jong Bayan sudah di Seminarkan menjadi Pakaian Adat Khas Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Jong ini merupakan Hasil Tenun Masyarakat Adat Bayan yang ber ukuran kecil 50cm x 50cm bisa di beli dengan harga Rp 150.000,- suku cadang tersedia di sekitar Masjid Kuno Bayan dan Karang Bajo yang di pakai oleh kaum Perempuan khusus pada acara Sareat Maulid Adat (Menumbuk padi di Rantok Besar ) di Kampung Karang Bajo, Kampung Bayan Timur, Kampung Bayan Barat dan Kampu Loloan. Kecamatan Bayan Lombok Utara. Jong Bayan itu pun banyak motip berwanara merah muda, ada yang berwarna abu dan ada juga yang berwana ke biru tergantung selera masing masing pemakai, jong ini terbuat dari benang biasa yang sengaja di rakit memakai alat tersendiri dan pewarna dari dedaunan dan kulit pohon

Keistimewaan orang yang menggunakan kain tenun sebagai pakaian seragam, seperti kereng Londong Abang, kereng poleng, dodot rejasa sebagai pakaean seragam yang dapat menambah karisma dan ketampanan serta percaya diri jika sedang berkumpul dengan orang lain yang tidak menggunakan pakaian tenun ikat untuk kaum perempuan sedangkan untuk laki-laki menggunakan sapuk batik yang mana Cara menggunakan Sapuk ini berbeda-beda tergantung pada saat ritual adat yang dilaksanakan. Secara umum, sapuk digunakan dengan ikatan sapuknya di bagian depan kepala (kening) ini pada acara Gawe urip ( Hidup ). Ikatan sapuk hanya bisa digunakan pada bagian belakang hanya pada saat Gawe Pati ( ritual kematian ), sementara diluar ritual tersebut ikatannnya harus di depan seperti Nyongkolang, kecuali para Pemangku dan Kyai.

Sapuk atau ikat kepala ini memiliki banyak jenis, dan jenis yang digunakan itu tergantung dari posisi atau jabatan adatnya. Dalam tulisan ini akan membahas jenis sapuk dan jabatan adat yang menggunakannya.

1. Sapuk Berwarna Biru digunakan oleh Perumbaq yaitu, Perumbaq Daya, Perumbaq Tengaq (Amaq Lokaq Gantungan Rombong), dan Perumbaq Lauk. Warna biru ini diyakini oleh Masyarakat Adat sesuai dengan warna langit, yang bisa mengayomi setiap makhluk hidup di bumi. Sehingga perumbaq ini diharapkan bisa memberikan pengayoman kepada Masyarakat Adat dan lingkingannya, baik di daerah hutan, Masyarakat Adatnya, maupun untuk perairan atau laut.

2. Sapuk Berwarna Putih digunakan oleh para Kyai Adat dan Pemangku, yaitu Kyai Penghulu, Kiyai Lebed an Kiyai Santri, sedangkan untuk amak Lokaq adalah: Amaq Lokaq Pande, Amaq Lokaq Singgan Dalem, Amaq Lokaq Walin Gumi, Amaq Lokaq Dasan Ancak, Amaq Lokaq Pelabupati, Amaq Lokaq Tlaga Banyak, Amaq Lokaq Tlaga Bageq, Amaq Lokaq Senaru, dan Amaq Lokaq Loang Godek.

Kiyai Penghulu, Kiyai Lebe dan Kiyai santri merupakan tokoh agama, dan Pemangku yang lainnya adalah tokoh adat yang tugasnya memberikan pencerahan kepada Masyarakat Adat umum. Sapuk yang berwarna putih ini menunjukan kesucian dan kebersihan hati dari para Kyai dan Pemangku sebagai tokoh dan suritauladan bagi Masyarkat lainnya.

3. Sapuk Batik (warna warni) Sapuk batik warna warni ini di gunakan oleh masyarakat adat umum. Ada juga pejabat adat yang menggunakan sapuk batik ini, seperti Pembekel yang ada di setiap komunitas Masyarakat Adat. Sapuk batik yang memiliki banyak warna ini juga memiliki banyak arti oleh Masyarakat Adat Bayan, bahwa memiliki berbagai warna kehidupan yang bermacam-macam, baik dari pekerjaan maupun garis keturunan adatnya.
Harapan kita kepada semua masyarakat adat agar dalam melaksanakan ritual adat atau acara gawe urip agar kita pertahankan adat, Budaya dan busana yang telah di tinggalkan oleh para petua kita sehingga tidak hilang begitu saja. ( Kertamalip ).
 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.0881 seconds.