Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Guru Harus Melek IT Berita

Surabaya (SK)  Apakah anda seorang Guru?. Menjadi seorang guru bukan lah hal yang mudah. Ya jelas terlihat dari namanya yaitu guru digugu dan ditiru. Untuk itu menjadi seorang guru adalah suatu pilihan yang mulia. Banyak dari kalangan masyarakat kita yang memandang guru sebagai sosok yang dapat dikatakan ahli dalam hal akademik. Namun, hal tersebut belum tentu terbukti sepenuhnya. Tidak sedikit dari kalangan guru tersebut yang hal akademikianya tidak terlalu melambung tinggi, tetapi mereka dapat menempatkan diri mereka sesuai dengan kapasitasnya di masyarakat. Sehingga, banyak ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan ketika terjun di masyarakat.

Tuntutan zaman semakin nyata,ketika semua guru diharapkan melek IT. Keberadaan yang semakin canggih guru di tutntut untuk melek IT. IGI Surabaya hadir untuk para Guru belajar bersama dalam membekali guru-guru untuk melek IT. kegiatan ini dilaksanakan di Gedung GRAPARI Lt. 5 Jl. Pemuda 181 Surabaya, pada hari Sabtu- Minggu, 5-6 Maret 2016, yang diikuti 50 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur berjalan lancar.

Apa saja yang harus dimiliki oleh seorang Guru? pak Praci guru berprestasi mengatakan " untuk menjadi seorang guru harus Inovatif, Kreatif, Aktual, kontekstual dalam pembelajaran". Lalu bagaimana caranya supaya kita bisa menjadi guru yang kreatif ? Ya tidak hanya pandai yang kita butuhkan untuk menjadi seorang guru, tetapi juga kreatif,inovatif seperti penjelasan diatas. Untuk menjadi guru yang kreatif kita dapat menerapkan prinsip “FORCHILDREN”, yaitu fleksibel, optimis, respek, cekatan, humoris, inspiratif, lembut, disiplin, responsif, empatik, dan ngefriend. Berusahalah menerapkan prinsip ini supaya kita enjoy dalam menjalankan kewajiban menjadi seorang guru. Selain itu kita juga harus menerapkan motto “not only teach, but also touch”, ya guru tidak hanya mengajar tetapi juga menyentuh hati para peserta didiknya. Di samping itukarena guru adalah tugas mulia,janji Allah di akhirat telah menunggu kita.

Jadi, apa yang ditakutkan untuk menjadi seorang guru? Justru berbahagialah apabila kita ditakdirkan dan diberi kesempatan menjadi seorang guru, kita dapat menambah ilmu pengetahuan serta keterampilan kita lewat uluran kasih sayang kita kepada siswa. Di samping itu kita juga dapat berkreatif dan inovatif dalam dunia pendidikan. Sehingga, dunia guru janganlah kita takutkan tetapi harus kita taklukan. Terutama bagaimana tuntutan yang mewadahi kita yaitu mana lagi ... mana lagi selain di IGI yang membimbing kita untuk selalu merifres keilmuan, seperti saat ini kita diajari untuk guru bisa melek IT.

Bagaimana cara menjadi guru kreatif dan inovatif? menjadi guru kreatif dan inovatif bukannya sekedar membuat anak senang dan enjoy oleh permainan (games) yang seru, segar dan lucu selama pembelajaran berlangsung. Dengan kita canggih dalam mengoprasikan IT, maka selayaknya guru bisa menjadi model dalam pembelajaran yang bermakna dan membuat anak bisa semakin mengerti apa yang guru ajarkan dikelas. Kondisi apa saja yang membuat guru bisa menjadi kreatif dan inovatif bahkan tanpa harus menggunakan metode pembelajaran yang terbaru.

Pertama, Guru menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman secara emosional dan intelektual. Terkadang siswa punya banyak pertanyaan dibenaknya, tetapi ada semacam perasaan malu dan takut, dikira bodoh jika melontarkan pertanyaan. Sebagai guru, kerja keras kita salah satunya adalah menciptakan kelas yang memberikan keamanan secara emosional bagi siswa. Kelas yang membuat guru menjadi guru kreatif dan Inovatif semestinya juga aman secara intelektual danmenambah pemahaman yang mendalam ketika guru menyampaikan pembelajarannya dengan menggunakan IT.

Kedua, Guru mengukur dengan hati, seberapa besar keterlibatan siswa dalam tugas yang ia berikan. Seorang guru yang ahli mampu menciptakan suasana kelas yang aktif dalam pembelajaran di kelas yang diajarnya dalam presentasi keterlibatan yang penuh alias 100 persen. Artinya, pengaitan dan kolaborasi pembelajaran denganmenggunakan saintific di Kurikulum 2013 berdampak siswa belajar dengan aktif dan terlibat penuh dalam pembelajaran.

Tentu tidak dalam semalam semua guru bisa 100 persen menciptakan kelas yang aktif. Namun membutuhkan latihan dan latihan dalamjamterbang mengajar. Tetapi jalan kesana akan lebih cepat apabila kita mau jujur bertanya pada diri sendiri ”Seberapa besar siswa aktif atau terlibat penuh dalam pembelajaran yang saya lakukan?” atau sudahkah kita menjadi guru yang bisa membuat siswa kita terinspirasi?".

Ketiga, Guru menciptakan budaya menjelaskan, dengan menerapkan students center, dan memberikan tata cara bagaimana bertanya dan menjawab yang benar ketika proses pembelajaran berlangsung, bukan budaya asal menjawab dengan betul. Ciri-ciri sebuah pertanyaan yang baik adalah pertanyaannya hanya satu tetapi mempunyai jawaban yang banyak. Bandingkan dengan jenis pertanyaan yang hanya mempunyai satu jawaban. Hal yang terjadi siswa akan berlomba menjawab dengan benar dengan segala cara. Termasuk.

Keempat, Guru mengajarkan kesadaran siswa dalam memandang sebuah pengetahuan. Saat membelajarkan siswa, dikarenakan keterbatasan kita, terkadang kita sudah membuat mereka menebak atau mengarang-ngarang sebuah jawaban demi mendapatkan hasil yang benar. Hal ini siswa lakukan secara sadar atau tidak sadar. Menuju kualitas terbaik proses pembelajaran, seorang guru sebagai pendidik, kreativitas merupakan kunci utama yang mesti dikembangkan sedemikian rupa.

Kemampuan guru melek IT menghasilkan baru dan memiliki daya guna dalam proses pembelajaran, siswa kita semakin menyadari bahwa guru kita canggih dan mudah dalammenerangkan merupakan hal penting yang tidak dapat dielakkan mesti dimiliki dan senantiasa berkembang dalam pribadi guru. Membuat sesuatu yang abstrak menjadi nyata, dan menjadikan potensi menjadi aktual, adalah kepiawaian yang serta-merta melekat dalam pribadi pendidik generasi bangsa. Tuti Al Azhaar FM

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08903 seconds.