Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

“ Diancam ” Ketua Bamus III Koto Aur Malintang Lapor Kapolsek Berita

III Koto Aur Malintang – Badan musyawarah nagari (Bamus) III Koto Aur Malintang Kecamatan IV Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman Propinsi Sumatera Barat mendapat ancaman dari orang tidak dikenal melalui Short Message Service (SMS) senin (1/3) lalu, hal ini membuat para pimpinan dan anggota legislator tingkat nagari tersebut melaporkan kejadian ini kepada kapolsek IV Koto Aur Malintang.

Ketua Bamus Nagari III Koto Aur Malintang Yasmahadi mengatakan sms ini masuk ke handphone saat mereka sedang berada di pariaman senen sekitar jam15:20 wib dari nomor 081993409427, yang isinya dikutip dari hpnya “ Edi jan talalu ikuik campur urusan pribadi wali nagari… lah mangadu gai bamus ka camat yo..? A mau ee bamus.. beko den abisi. ( Edi jangan terlalu ikuik campur urusan pribadi wali nagari. Sudah mengadu kecamat ya..? Apa maunya bamus… nanti saya habisi.)

Mengenai sms bernada ancaman tersebut tidak hanya diterima oleh ketua bamus saja, namun beberapa anggota dan wakil bamuspun ikut menerima sms bernada ancaman sama akan di habisi jika anggota bamus ikut mencampuri urusan Wali Nagari III Koto Aur Malintang.

“Sms ini tidak hanya dikirim kepada saya saja wakil ketua dan beberapa anggota pun menerima SMS yang saya duga ini dibuat berkaitan dengan beberapa persoalan yang menyangkut tentang pemerintahan nagari saat ini, kata Ketua Bamus.

Selain itu, Edrima Kuswandi anggota bamus juga mengaku mendapat nada ancaman yang sama dari orang tak dikenal, “ saya sendiri juga menerima sms ancaman tersebut senin malam pada jam 19:00 wib dari nomor 081993409427, namun saat itu langsung saya hubungi tidak aktif.

Hal ini membut anggota bamus meradang karena empat dari Sembilan anggota Bamus terancam saat melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan jalannya roda pemerintahan di Nagari III Koto Aur Malintang dari banyaknya persoalan nagari yang harus diselesaikan agar tidak menjadi polemik berkepanjangan ditengah masyarakat nagari, ungkap Wandi.

Tidak hanya itu, Ketua lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Nagari III koto Aur Malintang juga kebagian sms yang sama yang isinya meminta kepada LPM tidak terlalu jauh mencampuri urusan nagari. Kata Syafruddin.

Saat dikonfirmasi kepada wali nagari III koto Aur malintang Iskandar melalui telepon selulernya tidak bisa dihubungi karena berada diluar jangkauan atau tidak aktif.

Kapolsek IV koto Aur Malintang Erman, saat dikonfimasi dikantornya membenarkan bahwa ketua dan wakil ketua Bamus sudah melaporkan kejadian sms bernada ancaman tersebut Selasa, (2/3).

“ Saat ini laporannya sudah kita terima, tentunya hal ini perlu penyidikan lebih lanjut, apakah ancaman ini ada indikasi keterkaitan tentang persoalan yang ditangani bamus saat ini, Tutup Erman. (AWR)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.72538 seconds.