Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Sepenggal Hati yang Terlunta Sastra

Tahun telah berlalu, musim pun telah berganti
Namun, rindu dan cintaku tetap seperti dulu milikmu
Sungguh aku telah menggapaimu
Jiwa dan hatiku telah rapuh menerima kenyataan
Bahwa engkau milikku yang semu

Beribu kata telah ku rangkai
Untuk merubah pendirianmu
Namun… semu sia-sia belaka
Kini... semuanya kusadari
Hatimu terlalu dalam untuk ku sentuh
Terlalu tinggi untuk ku raih
Dan janjimu hanya sekedar kata-kata

Untuk apa kau minta kehadiranku di sisimu
Sedang kini, sakit hati dan cintamu entah milik siapa
Kini, dengan segenap luka dan deritaku
Biarlah aku pergi berlalu tanpamu

Ku akui, butuh banyak kekuatan untuk menerima semua ini
Cinta saja, rindu, juga kesetiaan yang ku punya
Belum cukup untuk meraih cintamu di sana
Sementara diriku…
Terlatih menagih sepenggal janji
Yang terlupakan seperti saat ini

Mungkin ku tak perlu lagi bicra tentang perasaanku
Karena kau pun tau.. aku terbebani dengan semua ini
Betapa hatiku tersisih
Seperti yang kurasa
Sakit dan perih menyiksa
Kini biarlah semua begini adanya
Dengan hamparan cintaku, luapan rinduku
Adalah air mata kepedihan
Karna sepenggal hati yang terlunta olehmu

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08882 seconds.