Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

KAMI PUN INGIN TERAMPIL BERBAHASA INGGRIS Pendapat

Bahasa Inggris di Indonesia saat ini masih menyandang status sebagai EFL atau English as Foreign Language. Bahasa Inggris masih menjadi bahasa asing bagi masyarakat Indonesia. Lain halnya dengan negara-negara Asia lainnya yang bertetangga dengan Indonesia, sepeti Malaysia ataupun Singapore. Di kedua negara tersebut, bahasa Inggris telah berstatus sebagai English as Second Language. Perbedaan dari keduanya adalah, EFL yaitu bahasa Inggris belum digunakan dalam komunikasi masyarakat sehari-hari, masih hanya sebagai mata pelajaran di sekolah. sedangkan ESL yaitu intensitas penggunaan bahasa Inggris dalam komunikasi masyarakat sehari-hari sudah cukup tinggi. Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar kedua setelah bahasa ibu. Implikasinya adalah negara yang masih menganut EFL kemampuan berbahasa Inggris pada masyarakatnya masih kurang. Penggunaan bahasa Inggris masih dibilang rendah. Berbeda halnya dengan negara yang menganut ESL, masyarakat di negara tersebut sudah lebih terampil berbahas Inggris.

Di kota-kota yang cukup maju di Indonesia, mata pelajaran bahasa Inggris sudah bukan hal asing bagi siswa-siswinya. Bahkan sejak jenjang pendidikan dini telah dikenalkan dengan bahasa Inggris. Sehingga meski penggunaannya tidak seintensitas Malaysia atau Singapura, mereka sudah cukup memahami bahasa Inggris. Lain halnya dengan daerah marjinal, bahasa Inggris seumpama UFO. Asing dan tidak terdeteksi di pengalaman belajar mereka sebelumnya. Banyak siswa yang belum memahami sama sekali bahasa Inggris.

SDN 002 Sebatik sebagai salah satu SD yang berada di daerah batas negara merupakan potret minimnya pengetahuan bahasa Inggris. Tidak hanya di kelas rendah, hal tersebut juga terjadi di kelas tinggi. Penemuan ini terjadi saat berlangsung pelajaran bahasa Inggris dicoba untuk disajikan dalam kelas ajar. Banyak anak yang mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran bahasa Inggris. Ketrampilan berbahasa yang meliputi mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading) dan menulis (writing) perlahan di ajarkan. Namun, ketrampilan berbahasa menulis (writing) masih terkendala.

Ketrampilan menulis acap kali terkendala dalam tingkat ketrampilan menulis sangat sederhana. Kendala tersebut harus dipecahkan dan diperbaiki. Kendala yang terjadi adalah siswa sering menulis kosa kata dengan susunan huruf yang tidak tepat. Pada studi pendahuluan, ditemukan bahwa siswa menulis kosa kata dengan susunan huruf yang sama seperti yang siswa ucapkan. Misal, kosa kata book ditulis menjadi buk, penulisan table menjadi tebel. Ketrampilan menulis siswa harus diupayakan untuk meningkat melalui cara berbeda namun efektif. Tindakan yang digunakan untuk meningkatkan ketrampilan menulis siswa adalah melalui games spelling bee. Games spelling bee adalah permainan yang menantang siswa untuk dapat mengeja kosa kata bahasa Inggris. Dengan begitu, diharapkan ketrampilan menulis siswa dapat meningkat. Siswa dapat menulis kosa kata bahasa Inggris dengan susunan huruf yang tepat saat ia telah terampil mengeja. Games Spelling Bee merupakan games yang lahir di Amerika Serikat. Ditempat kelahirannya, Spelling Bee telah menjadi sebuah kompetisi yang diadakan hingga tingkat nasional. Spelling Bee menjadikan siswa dapat mengingat banyak kosa kata termasuk susunan huruf tiap kosa katanya. Dengan siswa dapat mengingat susunan huruf, maka diharapkan siswa dapat menuliskan kosa kata bahasa Inggris dengan tepat.
Spelling Bee sebagai sebuah upaya solusi memperbaiki ketrampilan menulis siswa SD, cukup di lakukan dalam lingkup kelas. Tiap siswa diminta untuk berjejer di depan kelas. Kemudian siswa secara bergiliran di beri satu kosa kata bahasa Inggris yang harus di eja dengan bahasa Inggris pula. tentunya, sebelum permainan dimulai, siswa terlebih dahulu mempelajari alphabet, melafalkannya dengan tepat, dan mempelajari kosa kata. Kosa kata dibrikan secara random oleh guru. Siswa yang berhasil mengeja dengan tepat, kembali ke barisan untuk mendapat gilira selanjutnya, jika siswa belum tepat mengeja, maka ia harus kembali ke tempat duduk, yang artinya ia gugur dalam permainan. Siklus permainan berjalan terus seperti itu hingga ditemukan satu siswa yang bertahan, dan ialah juaranya.
Selepas permainan tersebut, siswa diberikan soal mengenai kosa kata bahasa Indonesia yang harus di translate ke dalam bahasa Inggris. Pastinya harus dengan susunan huruf yang tepat. Dan disinilah manfaat permainan Spelling Bee berperan. Siswa telah mengingat dengan baik susunan huruf dari kosa kata yang telah mereka pelajari, sehingga merekapun dapat menuliskannya dengan tepat.
 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09053 seconds.