Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Selamat Jalan, Syairi! Tajuk

Keluarga besar Pewarta Suara Komunitas berduka. Pada 12 Januari 2015 lalu, salah seorang editor senior suarakomunitas.net, Muhammad Syairi, telah berpulang. Ia adalah pewarta warga asal Kabupaten Lombok Utara (KLU), NTB, yang sudah malang melintang di jagat media komunitas sejak awal tahun 2000-an. Sumbangsihnya terhadap perubahan sosial di komunitasnya tak terhitung jumlahnya.

Ari, begitu sapaan akrabnya, adalah pekerja sosial yang gigih. Hampir tidak ada yang bisa menghalanginya untuk berbuat kebaikan bagi masyarakat Lombok Utara, khususnya bagi masyarakat di Desa Karangbajo, Kecamatan Bayan. Sudah banyak hal positif yang ditorehkannya. Ia percaya, dengan pena, perubahan bisa dilakukan.

Sebagai pewarta warga, ia menulis berbagai hal, khususnya persoalan-persoalan sosial yang terjadi di sekitarnya. Kecintaannya terhadap lingkungan ia tinggal, membuat dirinya menyeburkan diri dalam berbagai aktivitas. Dengan tulisan, ia membantu memperbaiki birokrasi di desanya, mengatasi persoalan yang dihadapi warga akar rumput, hingga mempromosikan keunggulan-keunggulan desanya dengan tujuan membuat daerahnya lebih maju.

Tidak sedikit karya jurnalistiknya yang digunakan oleh media-media massa nasional. Ia kerap menjadi kontributor bagi beberapa media massa, baik lokal maupun nasional. Baginya menjadi pewarta warga adalah salah satu cara untuk membuat masyarakat sejahtera.

Selain sebagai pewarta warga, ia juga aktif di berbagai bidang, khususnya pendidikan. Tidak sedikit sekolah di Bayan yang merasakan kontribusinya. Pada tahun lalu, ia bahkan tak ragu untuk 'menantang' pemerintah setempat untuk terbuka dalam pengelolaan anggaran pendidikan di KLU. Dengan menggunakan bendera radio komunitas Primadona FM, Ari bekerja sama dengan beberapa organisasi masyarakat sipil setempat untuk memperbaiki kondisi pendidikan di KLU.

Ia adalah orang yang keras kepala dalam berbuat kebaikan. Tak jarang suara-suara sumbang datang dari orang-orang yang dikritiknya. Pernah suatu ketika kepada para editor suarkomunitas.net se-Indonesia ia mengaku diteror dan dicap sebagai provokator. Tak hanya dirinya yang disasar, namun juga keluarganya. Tapi karena ia keras kepala, ia tak peduli dengan suara-suara sumbang tersebut. Ia tetap melakukan hal-hal yang menurut dirinya baik dan bisa membuat kehidupan orang-orang di sekitarnya lebih baik.

Keluarga besar Suara Komunitas kehilangan pewarta warga berintegritas. Warga Karangbajo kehilangan orang rendah hati namun berjiwa besar. Lombok Utara kehilangan motor perubahan. Indonesia kehilangan salah satu anak bangsa yang berdedikasi bagi kemajuan negeri ini.

Namun, ia mungkin akan sedih bila kita terus menerus meratapi kepulangannya. Yang perlu kita lakukan adalah meneruskan perjuangannya, jerih payahnya untuk membangun Indonesia dari desa. Sudah seharusnya warisan Syairi kita jinjing bersama dengan semangat kita membangun masyarakat yang lebih baik.

Selamat jalan, bapak, guru, sahabat kami, Muhammad Syairi. Semoga kami dapat meneruskan perjuanganmu!

Komentar (1)

  • 2 Mar 16 14:20 wib Al-Azhaar FM

    Baru kenal 2 hari Allah sudah menjemputnya ... Alhamdulillah bisa berkenalan dengan beliau inspirasinya memberikan semangat juang yang hampir padam .... tempatmu lebih mulia di sisiNya ... selamat jalan

Page generated in 0.0892 seconds.