Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Hari Lahir MI Al Khoiriyah ke-47 Diperingati dengan Meriah Berita

Bantul, SK - Peringatan hari lahir Madrasah Ibtidayah (MI) Al Khoiriyah Melikan ke-47 diperingati dengan sangat meriah. Rangkaian kegiatan dilangsungkan selama 3 hari, mulai Jum'at-Minggu, 15-17 Januari 2016. Tidak hanya keluarga besar MI Al Khoiriyah, kegiatan ini juga melibatkan masyarakat Desa Wonolelo, Bantul, Yogyakarta, serta warga dari desa sekitar.

Pada Jum'at, siswa, guru, dan pengurus paguyuban wali siswa mengikuti ziarah ke makam sesepuh sekaligus pendiri MI Al Khoiriyah. Sebelum keberangkatan ke makam, Kepala sekolah MI, Subarniyati, membacakan sejarah singkat berdirinya MI Al Khoiriyah. Dia menjelaskan kepada seluruh peserta yang hadir tentang sejarah berdiri hingga tokoh-tokoh yang terlibat dalam melahirkan MI Al Khoiriyah Melikan.

"Pembacaan sejarah ini dimaksudkan agar seluruh peserta yang hadir, baik itu siswa, guru maupun orang tua siswa tahu tentang sejarah berdirinya madrasah ini. Selain itu, hal ini juga dimaksudkan agar mereka bisa mengenal tokoh-tokoh yang berjasa mendirikan sekolah ini hingga akhirnya bisa menjadi sekolah yang berprestasi seperti sekarang ini," ungkap Subarniyati. 

Kegiatan ziarah ini dimulai dari makam Gebang, dimana terdapat makam dari pendiri MI sekaligus salah satu ulama terkemuka di Desa Wonolelo, K.H. Muslim Munawir. Mbah Muslim, sapaan akrab almarhum, merupakan salah satu tokoh yang memprakarsai berdirinya MI bersama tokoh-tokoh masyarakat yang lain. Selain itu, ia adalah orang tua dari pengasuh Pondok Pesantren Binaul Ummah.

Selain ke makam Gebang, peserta ziarah juga diajak untuk mengunjungi makam Nyamplung, dimana terdapat makam H. Sugiri Astono, yang meninggal pada akhir tahun 2015. Sugiri Astono merupakan salah satu tokoh yang gigih memperjuangkan keberlangsungan pendidikan di lembaga yang berada d bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) ini. Dia merupakan orang yang dipercaya menjadi kepala madrasah setelah berakhirnya kepemimpinan K.H. Zuhri Rohadi.

Makam ke-3 yang dikunjungi adalah makam keluarga K.H. Fathurrohman, tokoh pendiri sekaligus orang yang mewakafkan tanahnya untuk pembangunan madrasah. Selain makam Mbah Kaji, sapaan akrab K.H. Fathurrohman, di makam tersebut juga bersemayam sosok yang merupakan mantan kepala MI yang pertama yaitu K.H. Zuhri Rohadi.

Lomba mewarnai untuk siswa TK dan PAUD memeriahkan hari ke dua dari rangkaian kegiatan yang direncanakan. Lebih dari 250 peserta memadati setiap rungan yang sudah dipersiapkan oleh panitia. Lomba mewarnai sendiri dibagi menjadi 3 kategori yaitu, katagori TK "A", kategori TK "B" dan kategori PAUD. 

Puncak acara harlah yang diadakan pada hari Minggu, diisi dengan jalan santai bersama. Kegiatan yang diikuti lebih dari 500 peserta ini juga dihadiri oleh pejabat-pejabat di lingkungan Kementerian Agama maupun instansi yang lain. Di antaranya, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bantul, Drs. Jauzan Sanusi, Kepala UPT PPD Kecamatan Pleret, Drs. Sumarjono, Camat Kecamatan Pleret, Lurah Desa Wonolelo, Ketua MWC NU Kecamatan Pleret dan lain-lain. Pada puncak acara, panitia pelaksana menyediakan berbagai macam doorprize bagi peserta dengan hadiah utama berupa satu buah sepeda gunung. Acara ini juga diisi dengan pemotongan tumpeng oleh Camat Pleret yang kemudian diberikan kepada Kepala MI Al Khoiriyah Melikan, Subarniyati.

Disinggung mengenai pelaksanaan rangkaian kegaitan, koordinator pelaksana, Heri Kiswanto mengaku sangat puas dengan jalannya acara. Dia tidak menyangka, masyarakat begitu antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

"Kami tidak menyangka, peserta kegiatan akan sangat banyak. Ini membuktikan, masyarakat begitu peduli dengan MI Al Khoiriyah Melikan," ungkap Heri.

Dia menambahkan, selain memperingati harlah, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai sarana memperkenalkan MI Al Khoiriyah Melikan kepada masyarakat luas. 

"Ternyata masih banyak masyarakat yang belum tahu, bahwa di Kampung Melikan ada sebuah madrasah yang prestasinya patut diperhitungkan. Kami sempat mendengar dari obrolan orang tua siswa TK/PAUD, kalau mereka baru tahu bahwa ada sekolah di Melikan," tambah Heri. (Lout)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09697 seconds.