Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Libur Akhri Semester yang Berat Bagi Operator Madrasah Berita

Bantul-SK. Libur akhir semester tahun ini dirasa sangat berat oleh seluruh operator Madrasah. Hal ini dikarenakan banyaknya pekerajaan dan dibatasi oleh waktu. Pendataan yang dirasa paling berat adalah verifikasi calon peserta UN. Pendataan calon peserta UN menggunakan aplikasi baru yang dibuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Format yang digunakan berbeda dengan format aplikasi yang dikeluarkan oleh Kemenag. Hal ini menjadikan operator harus menginput ulang data yang sudah ada.

Selain perbedaan format yang digunakan, infrastruktur yang ada kurang mendukung. Operator harus begadang setiap malam untuk mendapat waktu yang tepat demi menyelesaikan pekerjaan. Server yang kurang memadai menjadi pennyebabnya. Kurangnya sosialisasi dan bimbingan teknis menambah beban bagi seluruh operator.

Salah satu operator madrasah dari Bantul berinisial IR mengatakan,kurangnya sosialisasi terhadap tugas yang dibebankan membuat operator bingung. Dia berharap sosialisasi terhadap tugas-tugas tersebut diadakan, sehingga tidak menambah bingung operator.

“ Pemerintah harusnya menyediakan server yang lebih baik, biar operator tidak terus-menerus begadang untuk menyelesaikan pekerajaan”, tambahnya

Senada dengan IR, MH menyampaikan, ada Kepala Madrasah yang kurang peduli dengan keadaan operator.
“Mereka beranggapan, pekerjaan itu sudah menjadi tanggung jawab operator dan tidak ada apresiasi atau tunjangan apapun buat operator”, ungkap MH

Tidak berbeda dengan dua operator tersebut, salah satu operator Madrasah dari Bantul yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, pemerintah seharusnya memperhatikan kesejahteraan para operator. Tidak sedikit operator yang jatuh sakit karena terus begadang demi tanggung jawab.

" Sejak tahun kemarin, pendataan secara online selalu memaksa operator untuk menghabiskan waktu tidur mereka di depan komputer. Mulai dari pendataan Padamu yang sekarang berubah menjadi SIMPATIKA, EMIS, dan sekarang verval calon peserta UN.", Ujar operator tersebut.

Dia berharap, pemerintah ataupun sekolah mempunyai kebijaksanaan untuk mengangkat pegawai baru yang bertugas khusus sebagai operator, karena selama ini, banyak guru-guru kelas yang merangkap menjadi operator. Hal ini berpengaruh pada tugas pokok mereka sebagai guru. 

"Jika setiap malam harus begadang untuk mengerjakan pendataan, dan paginya harus mengajar, kesehatan mereka pasti akan menurun. Hal ini tidak baik untuk keberlangsungan kegaiatan belajar mengajar di kelas", Ujarnya.

Operator-operator madrasah tersebut berharap, system yang sedang dikembangkan dan juga infrastruktur yang ada dibenahi sehingga lebih meringankan pekerjaan operator. (Louth Sadewo)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.4617 seconds.