Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Wonolelo Menutup Tahun 2015 dengan KH Anwar Zahid Berita

 Wonolelo-SK. Pengurus Ranting Nahdhatul Ulama bekerjasama dengan Desa Wonolelo mengadakan Pengajian Akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi dan menyongsong Tahun Baru 2016. Acara ini diselenggarakan di lapangan balai desa Wonolelo pada Rabu, 30/12/2015. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengobati rasa haus masyarakat Wonolelo akan siraman rohani dari kyai-kyai besar dari luar DIY. Acara tersebut dimulai pukul 20.00.

Dalam acara yang dihadiri ribuan pengaunjung dari seluruh penjuru DI Yogyakarta ini mengahadirkan KH Anwar Zahid dari Bojonegoro. Kyai yang terkenal dengan slogan "Qulhu wae Lek" ini berhasil membuat pengunjung hanyut dalam ceramahnya yang diselingi humor khas kyai NU tersebut. Acara yang dimeriahkan oleh tim hadroh dari Ponpes Binaul Ummah dan MI Al Khoiriyah ini sebagai kado indah masyarakat desa Wonolelo dipenghujung tahun 2016.

Salah satu panitia pengajian, Suryadi, mengaku puas dengan antusiasme pengunjugn. Dia tidak menyangka, dengan persiapan yang sangat singkat, acara itu bisa berjalan dengan sukses. " Perasaan saya sangat lega, ini menjadi sejarah besar bagi desa Wonolelo. Desa yang terpencil bisa mengadakan pengajian akbar dengan pengunjung yang sangat banyak", tambah Suryadi.

Dalam tausiahnya, KH Anwar Zahid berpesan kepada seluruh pengunjugn, yang isinya untuk menjadi pribadi yang baik, harus mampu berbuat baik kepada orang lain.

"Uwong apik iku asale seko atine seng resik, mesti wohe seng bakale metu apik, omongane lan tindak tanduke apik, nek uwong apik mesti ora mentolo ngomong seng ora apek, opomaneh perilaku seng ora apik" ,(Orang baik itu asalnya dari dalam hatinya yang bersih, pasti hasilnya adalah baik, bicara dan perilakunya juga baik. Kalau orang baik pasti tidak pas berbicara hal yang buruk, apalagi berbuat yang tidak baik)  tambah kyai yang dikenal dengan kyai gaul, kondang tur kemenyek ini.

Selain itu, Anwar Zahid juga berpesan kepada seluruh pengunjung untuk tidak menjauhi ulama, karena ulama merupakan pewaris Nabi. Dia mengibaratkan ulama adalah pipa yang menyalurkan air ke segala arah.

"Allah diibaratkan sebagai sumber mata air (ilmu), sedangkan nabi adalah pompa air, dan ulama merupakan pipa-pipa yang mengalirkan air ke segala arah. Jika kamu menyepelekan pipa-pipa itu, maka kamu tidak akan pernah mendapatkan bagian air", lanjut Anwar Zahid.

Pengajian ini ditutup pada pukul 24.00 dengan diakhiri penanpilan grup hadroh Ponpes Binaul Ummah. (Louth)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09069 seconds.