Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

BERITA P2KKP KARIMUN: Berita

Gegap Gempita, Pemilu BKM Bhakti Luhur Berlangsung Alot

Karimun,SK - Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM.red) Bhakti Luhur Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun adalah lembaga keswadayaan masyarakat produk dari program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) yang sudah terbentuk sejak tahun 2006 lalu. Di didirikannya lembaga ini semulanya bertujuan sebagai mitra kelurahan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.
 

Silih bergantinya program mulai dari P2KP, PNPM Mandiri Perkotaan hingga sekarang Program Peningkatan Kualitas Kawasan Permukiman (P2KKP red.) yang hadir di Kabupaten Karimun masih mempercayai kelembagaan BKM Bhakti Luhur ini sebagai lembaga penyelenggara kegiatan program nasional ini di tingkatan keluhururahannya. Menjadikan BKM ini bertumbuh kembang kuat dan mengakar di tengah masyarakat.
 

Makanya tidak heran kalau badan keswadaayan masyarakat yang satu ini menjadi lirikan untuk di nahkodai bagi mereka yang bergerak di dunia sosial.
Bahkan tidak tanggung-tanggung kegiatan pemilu BKM yang baru saja usai di gelar tadi malam (30/12) melahirkan tiga puluh delapan orang calon peserta untuk di pilih menjadi Sembilan orang nama sebagai pengurus BKM Bhakti Luhur yang definitiv.
 

Sebut saja namanya Suroto, ia merupakan satu di antara sekian banyak nama yang muncul sebagai calon yang ikut berkompetisi memperebutkan posisi kepengurusan BKM Bhakti Luhur, di periode 2015 sampai 2018 mendatang.
 

Suroto merupakan utusan wilayahnya hasil penjaringan tingkat basis di RT2/RW2 tempat ia berdomisili.Kalau tidak kita siapa lagi yang akan ditunggu membangun kampung halaman kita sendiri. Ungkap Suroto.
 

Saya menilai lembaga ini adalah pilihan yang tepat untuk menggerakan pembangunan di kelurahan kami, Kata bapak yang kesehariannya tercatat sebagai PNS di salah satu SKPD di kabupaten Karimun ini.
 

Rencana semula sesuai undangan acara ini di gelar di gedung serba guna kelurahan Harjosari, Namun karena sempat terjadi insiden mati lampu di kelurahan. Membuat panitia penyelenggara pemilu merelokasi warga beserta peserta yang ada kelokasi kantor Koordinator kota P2KKP Kabupaten Karimun yang gedungnya tidak jauh berada di kawasan tersebut.
 

Jalannya pemilu berlangsung alot, Banyaknya peserta yang hadir membuat gedung koordintor kota P2KKP Kabupaten Karimun menjadi kerumunan warga yang sangat antusias mendukung masing-masing calon utusannya.
 

Suasana yang hampir jarang sekali kita temukan melihat kehadiran si kaum hawa yang tidak mau kalah dengan peserta laki-laki. Mesekipun acara berlangsung hingga tengah malam tidak membuat ibu-ibu dari masing-masing RT yang ada ini meninggalkan ruangan acara. Mereka sangat antusias mengawal dan memberikan dukungannya kepada calon usuangan mereka masing-masing hingga usai acara.
 

Nuratika misalkan yang di ketahui berasal dari utusan warga RT1/RW1. Sudah saatnya perempuan diberi kesempatan untuk bisa berbuat lebih banyak lagi, Ujar beliau kepada awak media.
 

Kedepannya agar lembaga ini dan lembaga yang ada lainnya tetap terus konsisten melibatkan perempuan. Sehingga suara perempuan tidak lagi menjadi suara minoritas yang biasanya di dominasi oleh kaum adam. Harapan Nuratika.
 

Banyak perdebatan terkait tata tertib pelaksanaan, Sesekali tampak tidak jarang masing-masing peserta dan panitia terlibat saling bersitegang adu mulut dengan berbagai macam ekspresi yang di lontarkan. Namun, Berkat di dampingi oleh beberapa orang tenaga pendamping. Fasilitator Kelurahan P2KKP Kabupaten Karimun, Suasana yang sudah mulai memanas tersebut berhasil di kendalikan hingga berlangsungnya pemilu yang sangat demokratis.
 

Acara yang berakhir hingga larut malam ini, Tercatat usai di selenggarakan pukul 00:30 malam. Suroto utusan RT 2/RW 2 berhasil keluar sebagai peraih suara terbanyak, Juga sekaligus menjadi Koordinator BKM Bhakti Luhur periode selanjutnya. Di tambah delapan orang lainnya dengan komposisi enam orang laki-laki dan tiga perempuan. Sesuai dengan kuota kelembagaan wajib mengikut sertakan perempuan 30 persen dari jumlah kepengurusan yang ada. AK.

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09041 seconds.