Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

HIDUP ITU SEINDAH PELANGI Sastra

Bebunyian kecil pada jam dinding yg menempel indah di sudut rumahku, sedikit banyak memberi harapan hidup bahwa dunia masih berputar dengan indahnya. Dan cerah-buruknya cuaca di cakrawala, kian menambah kekhusyukan dalam menjalani hidup. Bahwa hidup tidak untuk disia-siakan, tidak untuk “digauli” tanpa ijab kabul dengan Sang Pemberi nafas kehidupan. Bahwa hidup bukan hanya sekadar pilihan, bukan hanya persoalan hitam atau putih. Maka jalani hidup seperti menaiki anak tangga, butuh perjuangan hingga tiba pada posisi tertinggi.

Hidup jangan membuat kita terjebak dalam glamour-nya episode kehidupan. Hidup itu proses menggapai kedewasaan pada setiap lini kehidupan. Hidup itu perjuangan, teman. Dan perjuangan itu adalah pelaksanaan kata-kata. Kata-kata yang termaktub dalam firman-Nya dan terangkum dalam sabdanya. Dan kata-kata itu bukan pemanis di bibir saja. Lanjutkan hidup di tengah pendeknya langkah kehidupan, karena hidup terus berjalan, tanpa tahu kapan berhentinya langkah-langkah itu. Rahasia Allah sudah tersimpan rapi, tinggal kita menanti kejutan dariNya.

Tahukah bahwa pelangi itu selalu hadir dalam dimensi kehidupan. Tahun lalu ada pelangi, tahun ini juga ada pelangi, dan tahun depan masih ada pelangi. Artinya, setiap episode hidup ada pelangi yang mewarnai perjalanan hidup kita. Dan ketika langit bersolek dengan pelanginya, maka nikmatilah keindahannya sembari menanti bidadari turun dari kayangan dan menunggu pangeran duduk di singgasananya. Kesedihan memang selalu tertutupi oleh indahnya pelangi. Dan di dalam lorong yang gelap, pasti ada cahaya terang di ujung sana. Maka selalu bersyukur adalah cara terbaik mengisi hidup. (LUKMAN HAMARONG)

 

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09195 seconds.