Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Jurnalis Mesti Merdeka dalam Mencari Kebenaran Pendapat

Banyak langkah yang tak lagi pada jalurnya. Visi, Misi di awal perjalanan sekarang hanya tinggal kenangan yang patut untuk di kecam karena tak mampu diperjuangkan.

Tak usahlah jauh mencari contoh, yang terdekat saja, misalkan kehidupan seorang jurnalis. Seorang jurnalis yang seharusnya merupakan pejuang dengan senjata penanya sekarang bagaikan kambing ompong dan tak lebih dari sapi perah bagi yang bernama industri jurnalis.

Seorang Jurnalis semestinya hidup merdeka dalam mencari kebenaran. Menyuarakan hati nurani dari kaum yang tertindas dan teraniaya. Bukan hanya seorang pencari berita dengan mengumpulkan recehan rupiah yang berasal dari artikel yang naik tayang.

Akibatnya, seorang jurnalis yang harusnya sahabat bagi masyarakat, sekarang bagaikan setan gentayangan yang sangat menyeramkan. Berita baik bisa langsung berbalik menikam asal sesuai dengan pesanan dari yang menginginkan dan ber-uang,, "Bad News is a good News" bagai menjadi selogan arogan yang menutup mata hati.

Sekarang sangat sukar ditemui seorang jurnalis sejati yang mampu berjuang di jalurnya. Menyuarakan jeritan pilu masyarakat, melebarkan sayap kebaikkan dalam goresan pena dengan tujuan mengajak pembacanya agar kembali kepada fitrahnya yaitu makhluk bermoral dan berhati nurani.

Jurnalis sejati walau sukar tapi pasti ada, meski harus seperti mencari jarum ditumpukkan jerami.

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09014 seconds.