Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

ALHADI KETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM AGAM MELANGGAR JANJI Berita

Kembali Di Demo Massa Relawan team IwanFikri dan Khairunas,Aneh,,Wartawan Dilarang Masuk Meliput Kedalam kantor KPU oleh polisi
Agam Suara Komunitas 17 /12 2015

Ratusan Massa TeamRelawan Iwan Fikri dan Khairunasyang tergabung dalam Seribu Janda (Seroja) dan unsur elemen untuk kedua kalinya menggoyang kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Agam Rabu (16/12) pukul 01.30 WIB hingga 18.00 WIB. Mereka mencoba mendengarkan jawaban dari pihak KPU yang sebelumnya mengajukan beberapa tuntutan tentang pelanggaran pilkada yang ditemukan dilapangan seperti C6 yang tak sampai kepada pemiliah. Hingga usai melakukan berunjuk rasa belum ada titik terangnya.

Mereka menilai, KPU Agam tidak mampu menyelenggarakan Pilkada dengan baik. Buktinya masi banyak pelangaran-pelangaran selama Pilkada. "Itu
terbukti dari banyaknya persoalan yang muncul ditengah-tengah masyarakat, hingga terjadi konflik yang berkepanjangan. Ini merupakan
akibat dari kebobrokan KPU yang tak mampu membawa Pilkada yang baik, "sorak Koordinator Lapangan (Korlap) Darman Khalid dihadapan kantor
KPU bersama ratusan Seroja dan element.

Lanjut Darman berkoar dalam aksinya, mereka meminta agar KPU tersebut tidak ada tutup-tutupi selama menjalankan Pilkada damai, jika tidak
mampu menjalankan terhadap ribuan amanah masyarakat Agam. Sebaiknya dari awal mengundurkan diri dari jabatannya karena dianggap tidak
mampu bekerja.Kecurangan dan keberpihakan KPU ini sangat jelas, dan sudah banyak
ditemukan. Baik dari tingkat TPS,PPK,PPS hingga KPU. Mereka sudah
mencederai nilai-nilai demokrasi dengan melakukan praktek kecurangan,Percuma negara membiayai KP ini Untuk Berkerja ,karena biaya pilkadaini di biayaioleh negara sebanyak Rp 22 miliyar,di kemanakan oleh KPu uang negara sebanyak Rp 22 miliyar ini
"ujar Darman dengan wajah dibasahi keringat.

"Kalau tuntutan ini belum ada titik terangnya, kami akan terus melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak lagi, jika tuntutan mereka tidak diindahkan. Terutama meminta agar KPU segera diganti. "Usai berorasi tak puas jawaban dari KPU, perwakilan mereka mendatangi Kantor Panwaslu dijalan Peteran dengan tujuan menanyakan bagaimana tindak lanjut pelanggaran yang dilakukan KPU dan tim Paslon lainnya.

Pihak KPU telah melihatkan C6 kepada perwakilan relawan, dan C6 itu sudah di foto. Hal ini sudah kami sampaikan, apa bila ada pelanggaran
silahkan laporkan ke Panwas dan Polres dan kami siap dilaporkan, kata
Ketua KPU Al Hadi, simak Darman.

Audiensi antara perwakilan mereka dengan pihak KPU, sayangnya sebahagian wartawan dilarang masuk oleh aparat kepolisian, dalam ruangan ketua KPU dan dihalaman kantor KPU, untuk meliput hasil tuntutan mereka terhadap janji yang sudah disepakati sebelumnya. Dan sebahagian wartawan mencoba tawar menawar untuk masuk, namun sejumlah pihak kepolisian tetap juga melarang. Karena ini merupakan permintaan
pihak massa pendukung Irwan Fikri-Chairunas.

Plt Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Agam, Lukman mengatakan, wartawan punya hak untuk meliput yang sipatnya kepentingan masyarakat. Kalau wartawan dilarang masuk untuk meliput, hal ini dinilai sudah melanggar Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang
kebesasan Pers. "Dan ditambah soal masyarakat yang menuntut ke kantor KPU itu bukan lah rahasia negara melainkan hak-hak masyarakat,
"tutupnya,( Dika/jrksb )
 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09225 seconds.