Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

3 Perempuan di Bekasi Korban Penganiayaan Ismed, Dijadikan Tersangka Oleh Polsek Kota Bekasi Berita

Jakarta 3Desember 2015 (Suarakomunitas)

3 Orang perempuan di daerah Bekasi Barat, kelurahan JakaSempurna Kota Bekasi telah jadi korban penganiayaan, dan salah satu nya sedang hamil muda.

Berawal dari cekcok mulut ibu pemilik rumah kost (Hariana) dengan salah satu penghuni kontrakannya Riski (22), karena tidak membolehkan Riski memarkir mobilnya di halaman kontrakan tempat dia tinggal. Hariana menyampaikan kata-kata tdk boleh tersebut kepada kakak Riski  (Noyi) yang juga mengontrak di sana, Riski mendengar kata kata yang disampaikan Hariana kepada Noyi langsung menjawab, "Bu kenapa ngomongnya harus ke kakak saya kan ibu bisa langsung ngomong ke saya". Hariana mendengar kata kata Riski langsung memaki Riski "Dasar lu binatang, anak anjing berani membantah saya', Riski juga menjawab bu jangan ngatain saya anak anjing, mungkin ibu yang anjing," Hariana makin mengeluarkan kata kata makian pada Rski, saat cekcok mulut berlangsung, tiba tiba Ismed anak Hariana datang dan menarik Riski, Riski kaget sambil berkata "Pak kok saya ditarik begini?, Ismed langsung menonjok muka Riski bertubi tubi.

Noyi yang berada dekat kejadian berusaha memisahkan dan menghalangi agar Ismed tidak memukuli Riski, Ismed dengan beringas menendang Noyi dan mengenai perut kirinya, Noyi yang sedang hamil 4 bulan bicara " Pak kami kan perempun kok bapak mukuli kami begini, Ismed kembali menendang perut Noyi dan menonjok bahu Noyi, Iis  (21)  adik Noyi melihat Iis kakaknya dipukuli berlari kearah kejadian dan berusaha menarik Noyi, melihat Iis datang Ismed langsung menendang  dada kiri Iis, lis jatuh dan pingsan.

Melihat lis pingsan Hariana baru menjerit melarang lsmed yang membabi buta memukuli Riski, mendengar jeritan Hariana menjerit masyarakat berlarian datang ke tempat kejadian dan memisahkan Ismed. Akhirnya ketiga korban dibawa masyarakat ke Rumah sakit, lis sampai dirawat di Rumah sakit 2 hari.

Noyi dan Riski mengalami luka memar di muka dan tengkuk mereka, Noyi yang sedang hamil merasakan nyeri di perutnya sampai saat pewarta SK mewawancarai mereka kejadian ini pada tanggal 9 November 2015. Tidak menerima perlakuan Ismed kepada mereka, hari itu juga Noyi melapor ke Polres Kota Bekasi dan polisi membawa mereka untuk divisum.

lsmed setelah diperiksa di Polres kota Bekasi (17/11) baru ditahan oleh Polres Kota Bekasi. Ismed sempat ditahan 1 minggu, tanggal 2 November 2015 , lsmed sudah tidak ditahan lagi, tapi dia wajib lapor 2 kali seminggu ke Polres, kasus penganiayaan ini masih dalam proses di Kepolisian.

Anehnya pada tanggal 21 November jam 2 dinihari , tiba tiba polisi mendatangi rumah korban dan membawa surat perintah penangkapan terhadap Noyi Riski dan lis. Koran dinyatakan tersangka Pengeroyokan kepada Ismed, berdasarkan laporan Ismed tanggal 11 November2015 di Polsek Kota Bekasi. Polisi menjemput paksa ke 3 korban tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, dan lebih tidak manusiawinya petogas Polsek kota Bekasi tidak memberi kesempatan kepada mereka untuk ganti pakaian, hingga mereka dibawa ke Polsek Kota Bekasi dengan pakaian tidur.

Setelah di BAP polsek akan menahan ke 3 korban yang dijadikan tersangka ini. Orangtua korban minta untuk tidak ditahan dan membuat surat jaminan penangguhan penahanan, dan mereka wajib lapor ke Polsek kota Bekasi tiap Senin dan Kamis.

Menerima perlakuan Polsek yang semena-mena, ke 3 korban membuat laporan pengaduan ke KOMNASHAM dan KOMNAS PEREMPUAN, pada tanggal 3 November 2015. Ketika pewarta SK konfirmasi kepada kedua Komisi ini, pihak KOMNASHAM dan KOMNAS PEREMPUAN, membenarkan adanya laporan dari Noyi Riski dan Iis, dan menyatakan akan mengawasi kasus ini sesuai dengan kewenangan mereka dan peraturan serta UU yang berlaku. (jrksb)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09288 seconds.