Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Dinsos DIY Adakan Bimbingan Motivasi Askesos di Wonolelo Berita

Bantul, SK - Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama denagn BPJS Ketenagakerjaan mengadakan bimbingan motivasi program Asuransi Kesejahteraan Sosial (Askesos). Acara ini diadakan pada hari Rabu (25/11), di Balai Desa Wonolelo, Kabupaten Bantul. Sasaran dari program ini adalah calon peserta Askesos dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Pleret. Selain itu, program ini juga melibatkan Karang Taruna Fajar Mulia Desa Wonolelo sebagai lembaga penyelenggara Askesos, dengan dibantu oleh Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) wilayah Kecamatan Pleret.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Risma Kusumaningtyas, S.Sos, perwakilan dari Kementrian Sosial untuk meninjau langsung proses bimbingan motivasi. Selain itu dia juga menyampaikan tujuan dan sasaran dari program askesos tersebut. "Peserta askesos yang dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan adalah pekerja sektor informal. Kewajiban membayar premi sudah ditanggung oleh Kementerian Sosial, sehingga masyarakat tidak perlu untuk membayarnya", tegas Risna. Dia juga menambahkan, jangka waktu program ini hanya 11 bulan, dimulai bulan Desember 2015 hingga Oktober 2016.

Hal tersebut diamini oleh perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten Bantul, Rahayu Murtiningtyas. Dia menuturkan, untuk sebelas bulan ke depan dimulai bulan Desember, warga yang namanya telah tercantum sebagai peserta Askesos mendapatkan asuransi yang dibiayai oleh Kementerian Sosial. Dia berharap, untuk calon peserta yang hadir pada bimbingan motivasi tersebut bisa menjadi narasumber bagi calon peserta lain yang tidak mengikuti bimbingan, karena kuota peserta bimbingan terbatas. Dia juga mengimbau kepada calon peserta, jika suatu saat terjadi kecelakaan atau kematian pada peserta Askesos, diharapkan dengan segera untuk melaporkan kepada LPA.

Kasi KTK PM dan Jamsos Dinas Sosial DIY, Budi Wibowo menegaskan, selain memiliki hak, peserta juga memiliki kewajiban menabung. Hal tersebut dimaksudkan untuk melatih peserta setelah program berakhir untuk mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri. Selain itu dia menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan memiliki mekanisme tersendiri untuk menyaring hal-hal yang ditanggungnya. Dia berharap jika peserta beralih profesi agar segera melaporkan kepada LPA untuk segera diteruskan kepada pihak terkait.

Selain dari Dinas Sosial, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan BPJS Ketenagakerjaan DI Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, dia memaparkan tentang mekanisme dan persyaratan yang dibutuhkan untuk klaim asuransi. Dia juga menyampaikan bahwa seluruh puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Bantul sudah menjalin kerja sama dengan BPJS, sehingga jika terjadi kecelakaan kerja pada peserta Askesos dan dibawa ke puskesmas. Peserta tidak perlu membayar biaya pengobatan. Selain itu ada beberapa rumah sakit swasta di Yogyakarta juga telah menjalin kerjasama dengan BPJS, di antaranya RS PKU Muhammadiyah. " Yang ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan adalah kecelakaan kerja serta kematian," imbuhya. (Louth/ Sadewo)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09292 seconds.