Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Education for All, No Discrimination in Education adalah Konsep Pendidikan Inklusif Berita

Tulungagung (SK) Konsep pendidikan inklusi muncul dimaksudkan untuk memberi solusi, adanya perlakuan diskriminatif dalam layanan pendidikan terutama bagi anak-anak penyandang cacat atau anak-anak yang berkebutuhan khusus.
Pendidikan inklusi memiliki prinsip dasar bahwa selama memungkinkan, semua anak seyogyanya belajar bersama-sama tanpa memandang kesulitan ataupun perbedaan yang mungkin ada pada mereka.

Pendidikan inklusi adalah pendidikan yang menyertakan semua anak secara bersama-sama dalam suatu iklim dan proses pembelajaran dengan layanan pendidikan yang layak dan sesuai dengan kebutuhan individu peserta didik tanpa membeda-bedakan anak yang berasal dari latar suku, kondisi sosial, kemampuan ekonomi, politik, keluarga, bahasa, geografis (keterpencilan) tempat tinggal, jenis kelamin, agama, dan perbedaan kondisi fisik atau mental.

Sementara itu Sapon-Shevin ( O Neil, 1995 ) menyatakan bahwa pendidikan inklusi sebagai sistem layanan pendidikan yang mempersyaratkan agar semua anak berkelainan dilayani di sekolah-sekolah terdekat. Melalui pendidikan inklusi, anak berkebutuhan khusus di didik bersama-sama anak lainnya ( normal ) untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya ( Freiberg, 1995 ) .

Hal ini dilandasi oleh suatu kenyataan bahwa di dalam masyarakat terdapat anak normal dan anak tidak normal ( berkebutuhan khusus ) yang tidak dapat dipisahkan sebagai suatu komunitas sosial.
Dalam rencana aksi nasional, difabel telah dicanangkan mulai tahun 2003, yang salah satu butir dari rencana aksi nasional difabel adalah pendidikan inklusi.

Yang dimaksud dengan pendidikan inklusi atau inklusif adalah pendidikan yang dapat dijangkau oleh semua orang dan tanggap terhadap semua peserta didik termasuk difabel secara invidual. Dengan melayani mereka sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki untuk berdampingan belajar bersama dengan anak reguler lainnya. 

Pemberian hak dan kewajiban yang sama terhadap mereka membuktikan perkembangan yang positif terhadap kemampuan bersosialisasi, kemampuan mental percaya dirinya dan tata cara kehidupan yang dialami dalam keseharian dan dalam perjalanan hidupnya. Dukungan dan kepercayaan yang penuh bahwa mereka bisa hidup normal seperti yang lainnya merupakan kenyataan yang harus ditanamkan dan disipkan oleh orang tua dan orang yang terkasih disekelilingnya.

Kenyataan yang terjadi disekolah kami mereka bisa mengikuti, membaur dan menjalani seluruh pembelajaran dan soialisasi diantara teman-temannya, tidak ada kata lain kecuali kita orang yang disekelilingnya untuk memberikan pembelajaran hidup dan mendampinginya sehingga mereka bisa menjalankan seperti apa yang teman-teman mereka jalankan. Tuti Al Azhaar FM 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.10434 seconds.