Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Pembelajaran OUTDOOR, Pembelajaran yang Menyenangkan Berita

Tulungagung, Wonorejo (SK) Pendidikan bukan hanya bagaimana cara untuk memperoleh pengetahuan. Namun, pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman, sikap, dan ketrampilan serta perkembangan diri anak. Kemampuan atau kompetensi ini diharapkan dapat dicapai melalui berbagai proses pembelajaran di sekolah. Salah satu proses pembelajaran yang digunakan untuk mencapai kompetensi diatas adalah melalui pembelajaran diluar kelas (outdoor).

Pembelajaran outdoor merupakan satu jalan bagaimana kita meningkatkan kapasitas belajar anak. Anak dapat belajar secara lebih mendalam melalui objek-objek yang dihadapi dari pada jikabelajar di dalam kelas yang memiliki banyak keterbatasan. Belajar di luar kelas dapat menolong anak untuk mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki.

Selain itu, pembelajaran di luar kelas lebih menantang bagi siswa dan menjembatani antara teori di dalam buku dan kenyataan yangada di lapangan. Kualitas pembelajaran dalam situasi yang nyata akan memberikan peningkatan kapasitas pencapaian belajar melalui objek yang dipelajari serta dapat membangun ketrampilan sosial dan personal yang lebih baik.

Pembelajaran outdoor dapat dilakukan kapanpun sesuai dengan rancangan program yang dibuat oleh guru. Pembelajaran outdoor memberikan sinergi antara kognitif, afektif dan psikomotor anak. Dimana pembelajaran ini lebih mengaitkan dalam kehidupan nyata yang ada di sekeliling mereka. Keunikan dan tantangan ini yang membuat pembelajaran ini meyenangkan sehingga anak bisa tereksplor seluruh kemampuan belajarnya dalam menyeimbangkan 3 hal pembelajaran kognitif, afektif  dan psikomotor.

Pengalaman yang nyata yang langsung dialami oleh anak memberikan kesan belajar yang positif, dimana mereka akan belajar membaca dan menulis yang akan dituangkan dalam bentuk laporan pembelajaran, sehingga siswa mendapatkan pembelajaran yang bermakna yaitu mencoba untuk mengaplikasikan apa yang didapatkan dilapangan, menganalisis dari seluruh data yang didapatkan serta berdiskusi dengan kelompoknya untuk mempertanggung jawabkan dari semua data yang didapatkannya menjadi gaya tulisan yang siap untuk disajikan dalam bentuk laporan, makalah atau karya tulis.

Prinsip dalam melaksanakan kurikulum dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip " alam tak ambang jadi guru " (semua yang terjadi,tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).

Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal. Semua pembelajaran sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup.

Kiranya sangat tepat sekali keberadaan Kurikulum 2013 mendukung aspek pembelajaran yang dimaksud, dimana siswa diajak berpikir kritis dalam menanya, menganalisis, mengkplorasi, mencari data dan mengkomunikasikan yang tergambar pada pembelajaran Scientific Approch.  Oleh karena itu semua pembelajaran di SMP/ MTS menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Tuti Al Azhaar FM 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08869 seconds.