Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

MDTA Tarbiyah Jorong Taratak Punya Program Beladiri Silat Berita

Limapuluh Kota (Suara Komunitas) - Pengurus Madrasah Diniyah Tawaliyah Awaliyah (MDTA) Tarbiyah Jorong Taratak, Nagari Kubang, Kecamatan Guguak mengadakan musyawarah dengan wali murid untuk membahas persoalan mengenai kelancaran pendidikan agama siswa-siswi mereka. Musyawarah yang dilakukan pada Sabtu (14/11) menghasilkan keputusan dilakukan penambahan program pendidikan dan tenaga guru pembimbing, seperti yang disampaikan Ibu Titi Erwati selaku pimpinan rapat mewakili Kepala Sekolah MDTA Tarbiyah Jorong Taratak, Bapak Jiswarmen yang berhalangan hadir.

Pertemuan dilakukan jam 21.30 - 23.30 WIB, membahas beberapa kendala dalam proses belajar mengajar. "Kendala saat ini yang kami perhatikan tentang jumlah siswa yang semakin hari semakin merosot, berawal dari bencana kabut asap waktu yang lalu, hingga saat ini kedatangan siswa-siswi semakin sedikit oleh sebab itu kami meminta saran dari pengurus dan wali murid bagaimana cara mengatasinya permasalahan tersebut bersama-sama," jelas Ibu Titi Erwati menyampaikan kendala yang terjadi.

Suasana yang semula hening mendengar penyampaian dari pimpinan rapat, berubah menjadi diskusi antara masing-masing wali murid mencari jalan keluarnya. Hingga salah seorang wali murid menyarankan untuk menambah pendidikan olahraga, sebab olahraga merupakan daya tarik bagi murid. Menanggapi hal itu, M.Yasli selaku pengurus dan guru pembimbing menanggapi bahwa kegiatan olah raga sudah diterapkan sejak lama sampai sekarang, yang menjadi penghalang saat ini adalah kelengkapan alat olahraga seperti bola kaki, bola voli yang masih meminjam kepada pemuda Jorong Taratak bidang olahraga.

Musyawarah berjalan alot mencapai kata sepakat hingga akhirnya pengurus dari MDTA menyarankan pendidikan olahraga difokuskan kepada kegiatan beladiri silat, seperti rencana yang pernah di rancang oleh pengurus dan guru pengajar. Sebagian besar para walimurid yang hadir sangat menyetujui. "Kami sangat setuju olahraga beladiri diadakan, tetapi apakah hal itu tidak membawa efek buruk bagi murid itu sendiri, masalahnya mereka masih anak-anak, nanti disalahgunakan, sebaiknya kita pertimbangkan terlebih dahulu?" Apen, salah seorang wali murid memberikan saran.

Kemudian, Des selaku guru pembimbing beladiri silat menjelaskan bahwa pelatihan beladiri silat tidak seperti yang dibayangkan, sebelum memulai latihan semua murid terlebih dahulu diberikan nasehat dan pemahaman sampai mereka bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti sikap kepada yang lebih tua, kepada lingkungan dan teman sebaya. Jika murid sudah terbiasa dengan norma adat dan agama dalam kesehariannya, maka latihannya akan ditingkatkan. Setelah mendengar pemaparan dari dua belah pihak maka diputuskan program beladiri silat disetujui oleh pengurus dan orang tua dengan harapan siswa-siswi yang hadir semakin banyak dalam proses belajar mengajar.

Program pembelajaran Alquran dibimbing oleh Hen, kemudian ditambah dengan ilmu islam lainya dibawah bimbingan Bapak M.Yasli, Revi, Ibu Titi dan Ibu Delvi. Proses belajar mengajar di MDTA dimulai jam 15.00 sampai 17.00 WIB. Acara didikan subuh diadakan sekali sebulan setiap pagi Minggu, dan semua murid harus tidur di sekolah dengan diawasi oleh guru pembimbing.

Pendanaan MDTA diperoleh dari donatur dan sumbangan berupa beras dari masyarakat serta biaya dari orang tua/wali murid. seperti yang dijelaskan Ibu Titi selaku pimpinan rapat. Setelah kata sepakat sudah tercapai pengurus dan wali murid berharap ada peningkatan mutu dan kualitas dalam hal pendidikan agama bagi siswa-siswi mereka, serta adanya sokongan dari segala pihak seperti pemuda-pemudi Jorong Taratak. Kalau memungkinkan setiap guru dan murid akan dibuatkan baju seragam untuk dipakai dalam kegiatan belajar. (Rahmad S/SH)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.38468 seconds.