Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Usaha Tenun Kubang Tetap Berproduksi Berita

Limapuluh Kota (Suara Komunitas) - Industri Tenun Kubang di Nagari Kubang, Kecamatan Guguak saat ini terus berproduksi. Walaupun sempat mengalami mati suri diwaktu yang lalu yang disebabkan kurang kompaknya kalangan pengusaha tenun dalam segi kualitas dan harga jual. Salah satunya pertenunan H.Ridwan BY yang bangkit lagi.

Yulia Rahmi, pengusaha Tenun H.Ridwan BY Selasa pagi (10/11) mengatakan, motivasi untuk mengaktifkan lagi usaha tenun Kubang muncul pada tahun 2007. Pemerintah menganjurkan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada di bidang pertenunan. "Kita punya aset kenapa tidak dimanfaatkan," kata Yulia Rahmi. Maka dikumpulkan semua pengusaha tenun yang masih punya modal berupa alat tenun dan benang untuk kembali menggiatkan usaha dibidang industri tenun, tetapi hanya beberapa orang pengusaha saja yang ingin melanjutkannya, yaitu Pertenunan Marni Geneng, CV Rangkiang, Hj.Ernelis serta H.Ridwan BY. Hingga saat ini usaha tenun Kubang masih berjalan sendiri-sendiri dalam mencari peluang pasar.

Ketika ditanya soal Kendala, Yulia Rahmi menyatakan, yang dirasa berat bagi pengusaha tenun adalah tenaga kerja yang sulit didapatkan dan peluang pasar. Generasi penerus untuk usaha tenun ini sangat memprihatinkan, mereka yang telah Tamat sekolah dan tidak melanjutkan kuliah lebih suka menjadi penjaga toko, padahal jika mereka memilih untuk berkreasi dalam usaha ini peluangnya sangat besar apalagi kalangan muda terkenal dengan semangat yang tidak pernah padam, hanya saja mereka lebih memilih kondisi yang lebih santai dan gaya. Tenaga kerja yang diperlukan bukan hanya perempuan saja tapi juga laki-laki, sayangnya mereka menganggap usaha ini lebih kepada pekerjaan perempuan.

Untuk pemasaran, pengusaha tenun dibantu oleh pemerintah. "Pemerintah sangat membantu dalam usaha ini dengan mewajibkan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk memakai pakaian daerah di setiap hari kamis,"jelasnya. Selain itu pembinaan dari pemerintah berupa pelatihan pewarnaan dan pembuatan motif. Harga jual kain tenun tergantung kepada permintaan dan motif yang diinginkan. Harga jual untuk bahan pakaian mencapai Rp 350.000/stel pakaian. karena usaha tenun H.RIDWAN BY ini lebih fokus kepada produksi bahan pakaian.

Sedangkan jam kerja karyawan tidak ditentukan karena pekerja dibayar sesuai dengan jumlah kain tenunan yang dihasilkan. Jika dalam satu hari bisa menyelesaikan kain tenunan satu lembar, pekerja mendapatkan upah Rp 45.000. Bahkan untuk pekerja yang sudah terlatih, dalam seminggu bisa menghasilkan enam sampai tujuh lembar kain.

Salah seorang karyawan yang ditemui menuturkan, bahwa penghasilan dari bertenun sangat memuaskan. Jika ingin meningkatkan penghasilan maka jumlah produksi harus diperbanyak. Belajar bertenun pun tidak sulit, bahkan karyawan ini sudah bisa menenun sejak kecil. (Rahmad S/SH)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09362 seconds.