Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Karena Penyakit, Produksi Kakao Menurun Berita

Limapuluh Kota (Suara Komunitas) - Harapan petani kakao musim ini memudar karena hasil panen menurun. Dt.Malako, Penduduk Jorong Taratak, Nagari Kubang, Kecamatan Guguak yang juga berprofesi sebagai petani kakao mengatakan, Produksi kakao turun drastis hingga 50 persen. Sedikitnya setiap keluarga memiliki 50 hingga 100 batang pohon kakao. Penurunan hasil produksi disebabkan penyakit busuk buah dan hama penggerek. Sebelum terserang penyakit hasil panen mencapai 10 kg per 100 batang. Setelah kakao berumur lebih dari delapan tahun serangan penyakit busuk buah dan hama penggerek muncul. Serangan awal terlihat dari buah kakao yang hitam, berbintik keras dan menyebar ke seluruh batang hingga produksi buah kakao turun separuh dari biasanya.

Menurunnya produksi kakao terjadi sejak 5 tahun terakhir. Semua tindakan yang dianjurkan penyuluh belum membawa perubahan terhadap produksi, salah satunya pemangkasan. "Kami telah mengundang penyuluh pertanian untuk memberikan arahan pemberantasan penyakit, tetapi hasilnya belum sesuai harapan," Dt. Malako menjelaskan lebih lanjut.

Di Jorong Taratak, Nagari Kubang terdapat beberapa kelompok tani yang mengolah berbagai tanaman seperti kakao, umbi batang, sayur-sayuran dan lain sebagainya. Dari hasil pengamatan terdapat beberapa kelompok saja yang masih bertahan dalam budidaya kakao. "Kami berharap kepada pemerintah untuk mencari jalan keluar, supaya permasalahan ini bisa teratasi," Harap salah seorang anggota kelompok tani Tuah Sakato. (Rahmad S/SH)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09059 seconds.