Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Sarasehan Budaya DPD RI Perwakilan Bengkulu RICUH Berita

SK - Bengkulu. Dalam rangka “Saresahan Budaya” DPD RI Perwakilan Bengkulu sebagai fasilitator dalam diskusi publik bersama seniman Bengkulu, Sanggar Seni Se-Bengkulu, Di Sekretariat Perwakilan DPD RI Provinsi Bengkulu, Jl.Indra Giri No 34. Padang Harapan, acara dilaksanakan pada Selasa (3/11/2015) dimulai Pukul 13:30 Wib. Dalam hal ini Narasumber dari berbagai pemangku kebijakan kebudayaan. Agung Gatam Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Agus Setyanto ( Budayawan), Enni Khairani DPR RI Perwakilan Bengkulu dan Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Bengkulu.

Dijelaskan oleh salah satu Anggota DPD RI Enni Khairani, Dalam pemaparan konteks kesenian dan permasalahan yang terjadi terkait demi perkembangan seni budaya di Bengkulu, banyak kendala yang harus di luruskan dari segala aspek baik rencana anggaran maupun keberlangsungan seni budaya.” Tutup Enni.

Seperti yang disampaikan salah satu penggiat seni di Bengkulu,” Indar Amus. Bahwa kita penggiat seni tidak perlu di perhatikan seolah-olah kita penggiat seni tidak mampu berkarya tanpa pemerintah, sedangkan kita berkarya dengan hati serta tanggung jawab sebagai pelaku seni terkait ada ataupun tidak ada asupan dana dari pemerintah, sebenarnya bengkulu banyak permasalahan kesenian terkait ketertinggalan dalam hal eksistensi dari kota-kota besar. Seperti mati surinya Dewan Kesenian Bengkulu ( DKB) sebagai konsultan seni, permasalahan Taman budaya yang nota bene hanya sebagai Gedung tempat pernikahan, belum permasalahan di tataran perupa yang belum dapat ruang Pameran, Galeri, Gedung musik dan Tari. Gedung teater Tidak terawat sebagai acuan bahwa taman budaya adalah rumah para seniman. Pada kenyataannya jauh dari harapan.

Masih dijelaskan,”Indar Amus. Dalam perjalanan diskusi sangat alot dan tegang ketika para peserta diskusi kurang mendapatkan ruang penyampaian aspirasi yang terbaca kawan-kawan penggiat seni acara tertuju pada keluhan paradinas terkait maslah anggaran yang di bicarakan, Para pemanggku kebijakan berjanji akan menindak lanjuti hal ini secara cepat. Terkait adanya Dewan kesenian. Transparansi dalam anggaran kebudayan, pendekatan Dinas terkait kepada kawan-kawan kesenian dan Penggembangan seni budaya.”Ungkap Indar.

Ditambahkan Sucenk ketua komunitas saYak Bengkulu. Para penggiat seni sangat berharap ada tindak lanjutnya demi kemajuan proses berkesenian di Bengkulu. Apa lagi sebentar lagi Bengkulu menjadi tuan Rumah PPSS ( Pameran dan pagelaran Seni Se-Sumatera) bulan November ini. Untuk hal ini kawan-kawan penggiat seni belum mendapatkan info yang valid terkait sebagai insan seni khusus diwilayah bengkulu,” Jelas Sucenk.

Peserta diskusi “Sarasehan Budaya” diwakili komunitas seni, Teater Andung, Komunitas saYak, Teater Jengkal, Sampan kayu, Arastra, Kedai proses. Sekitar pukul 16.30 Wib acara saresahan ditutup sama Enni Khairani.

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09252 seconds.