Peringatan Setahun Kemunduran PT. Semen Gresik dari Sukolilo
Telah genap setahun sejak kegagalan peletakan batu pertama pembangunan pabrik PT. Semen Gresik di Sukolilo. Sejarah yang menggembirakan bagi warga Sukolilo yang hampir lima tahun belakangan ini selalu bertentangan dengan pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang berkeinginan menjual pegunungan Kendeng Utara PT. Semen Gesik.
Setahun pembatalan peletakan batu pertama oleh Gubernur Bibit Waluyo diperingati setahun sekali sebagai peringatan kemenangan warga dalam mempertahankan lingkungannya. Dalam rangka memperingati momen setahun mundurnya PT. Semen Gresik ini, Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) melakukan peringatan dengan mengadakan kegiatan pembagian bibit pohon jati, brokohan, jalan santai, pentas seni barongan dan diskusi. Acara yang diadakan pada pukul 08:00 -12:00 WIB ini dihadiri oleh ribuan warga Kecamatan Sukolilo dan Kayen juga warga dari Kabupaten Kudus dan Blora.
Pagi itu rombongan warga mulai berdatangan ke makam Sunan Geseng yang terletak di Dukuh Curug, Desa Kedumulyo. Ribuan warga berdatangan sambil memakai caping (pelindung kepala) yang ditempel poster tolak semen. Setelah berkumpul di makam Sunan Geseng, warga pun menata nasi lengkap dengan lauknya untuk didoakan dalam acara brokohan/syukuran atas kemunduran PT. Semen Gresik setahun yang lalu. Melihat warga yang sudah berkumpul, brokoan segera dimulai dengan dipimpin oleh kyai Abdul Amin, salah satu tokoh masyarakat setempat. Setelah do’a brokohan selesai JM-PPK melangsungkan potong nasi tumpeng yang di hias cabai merah yang bertuliskan "tolak pabrik semen".
Usai brokohan di makam Sunan Geseng, ribuan warga beramai-ramai berjalan kaki menuju jalan raya dan berkumpul di lokasi bekas berdirinya posko penolakan pabrik semen yang didirikan setahun yang lalu. Warga yang berbaris di pinggir jalan membagikan bibit pohon jati kepada semua pengendara motor/mobil yang melintas di jalan raya Pati-Purwodadi KM. 25. Barisan warga yang mencapai panjang 1 KM itu membuat kemacetan yang cukup lama dan sempat menyibukkan polisi. Melihat kondisi seperti ini, koordinator lapangan mengarahkan warga melanjutkan jalan santai menuju Sumber Gua Wareh. Setelah menempuh perjalanan sejauh kurang lebih dua kilometer, warga pun tiba di Sumber Goa Wareh.
Peringatan setahun mundurnya PT. Semen Gresik ini diikuti oleh semua kalangan masyarakat dari yang kecil, dewasa, sampai yang lanjut usiapun ikut jalan santai. Meski cuaca sangat panas, warga tetap semangat berjalan kaki dengan barisan yang mencapai kurang lebih 1 KM. Setelah sampai di Goa Wareh, warga beristirahat sejenak untuk melepaskan lelah dan haus sambil menunggu pentas barongan. Pentas barongan Gembong Samijoyo kali ini mementaskan lakon Geger Nusa Kendeng yang menceritakan perlawanan warga terhadap rencana pendirian pabrik semen yang akhirnya mengakibatkan terjadinya perang besar yang disebut dengan Geger Nusa Kendeng. Cuaca mendung dan gerimis tak menghalangi warga untuk tetap antusias meneruskan acara sampai selesai.
Satu pesan yang ingin disampaikan dalam acara ini adalah bahwa selamanya JM-PPK akan menjaga pegunungan Kendeng untuk masa depan anak cucu berikutnya. TOLAK SEMUA PABRIK SEMEN YANG MENGANCAM PEGUNUNGAN KENDENG! TOLAK PARA PERUSAK LINGKUNGAN! SELAMATKAN BUMI MANUSIA!
Sukolilo,16 Mei 2010 Juru warta: Tim berita Radio Ledeng
- n/a
- Berita
- dibaca 104033x
- [1] komentar




Medan (Suara Komunitas.Net)-Anggota DPD RI, DR.H.Rahmat Shah berharap pelaksanaan E-KTP, sebagai salah satu pelaksanaan Undang-undang dapat dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh, khususnya ketelitian
Medan (Suara Komunitas.Net)- Anggota DPD RI DR. H. Rahmat Shah menilai pelaksanaan Elektronik-KTP (E-KTP) yang ada hendaknya disempurnakan, baik dari jumlah peralatan maupun kesiapan sumber daya manusia
JAKARTA, Suarakomunitas – Barisan Pemuda Adat Lombok – Sumbawa ( Baralosa) merupakan salah satu tamu special dalam konser Glenn Fredly di Senayan Fx Mall Jakarta pusat pada 



