Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Ir. Amrullah Hadiri Undangan Petani Labeau Raya Berita

LABEAU (SK) – Pelaksanaan pemilih kepala daerah serentak semakin hari semakin dekat, berbagai kiat dilakukan oleh para kandidat untuk mendapatkan simpatik dari masyarakat untuk mendapatkan kemenangan nanti. Begitu juga halnya yang terjadi di Kabupaten Konawe Kepulauan (KONKEP), Sulawesi Tenggara (SULTRA), para kandidat terus bergerilnya menggalang dukungan dari masyarakat.

 
Mencermati kondisi tersebut, petani desa labeau raya yang merupakan gabungan petani empat desa yakni Desa Labeau, Desa Tongalere, Desa Sawah Indah dan Desa Wawobeau, Kacamatan Wawonii Utara mengambil inisiaptif untuk mengundang salah satu calon bupati KONKEP untuk hadir di wilayah persawahan mereka. Calon bupati yang diundang adalah Ir. H. Amrulluh, MT. Calon bupati putra daerah Wawonii nomor urut 3 usungan PKPI, Demokrat dan Partai Gerindra. Hal tersebut mereka lakukan agar calon bupati yang mereka dukung dapat merasakan langsung apa yang menjadi kebutuhan petani di wilayah tersebut.

Mendapat undangan dari petani, calon bupati yang lebih akrab dikenal dengan sapaan Haji Mumu pada hari Minggu (25/10/2015) sekitar pukul 15.00 Wita mendatangi petani yang sedang melakukan panen di arela persawahan mereka. Kedatangan beliau disambut dengan suka cita petani yang di tandai dengan suguhan bubur kacang hijau hasil panen mereka.

Sambul menikmati hidangan bubur kacang hijau Mantan Kadis PU KONKEP ini melakukan diskusi dengan petani tentang program-program yang akan menjadi arah pembangunannya ketika terpilih menjadi bupati. Dalam diskusi tersebut, Haji Mumu mangungkapkan bahwa potensi pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan kedepan, karena pulau wawonii memiliki potensi pertanian yang sangat melimpah namun sampai saat ini belum terkelola maksimal. Apabilah terkelola dengan maksimal maka pulau wawonii bisa menjadi salah satu daerah swasembada pangan.

Dalam diskusi tersebut juga petani menyampaikan bahwa yang menjadi kendala yang mereka hadapi adalah irigasi pengairan untuk memenuhi kebutahan air yang masih minim, sehingga masih banyak areal persawahan yang belum terkelola karena suplay air yang tidak ada. Sementara itu bendungan irigasi satu-satunya yang ada di wilayah ini mengalami kerusakan sehingga tidak berfungsi maksimal. (Ibe/SW)

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09218 seconds.