Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Desensitisasi pada penyandang Autisme Pendapat

Surabaya (SK) Pada yang sering berinteraksi dengan anak/penyandang autistik, apalagi yang belum menjalankan diet CFGFSF, Phenol, pengawet , perasa, perasa pewarna dll tentunya sering melihat anak autistik menutup telinganya, bahkan berteriak keras jika mendengar suara yang mungkin saja suara itu sangat pelan terdengar oleh kita .
Banyak sumber bunyi yang bisa mengganggu/membuat anak autistik tidak nyaman, misalnya suara air dari keran air, suara motor, mobil, blender, pemotong rumput dan lain sebagainya. Ada juga yang sensitive terhadap bunyi hujan dan petir. Mengatasi hal ini gunakan teknik desensitisasi.

Misalnya untuk anak yang tidak tahan jika mendengar suara air dari keran air.
Mulai atur jarak yang nyaman bagi anak saat air dari keran dinyalakan, mundurlah sampai batas anak nyaman/tidak memegang telinganya/berteriak. Bertahanlah 5-7 menit, jika anak tetap nyaman, maka beri tanda pada jarak yang aman tersebut.

Esoknya ulangi cara ini dengan start pada tanda yang dibuat kemarin, jika anak tetap nyaman, maka majulah selangkah, jika tetap nyaman teruskan maju selangkah demi selangkah, sehingga akhirnya anak tepat berada didepan keran air yang mengalir airnya tanpa gangguan. Mungkin perlu kita mundur atau maju dalam teknik ini.
Lakukan dengan konsisten, Insya Alloh anak tidak lagi terganggu dengan suara keran air mengalir dan bunyi-bunyi lainya

Pada yang tidak nyaman dengan suara petir gunakan alat bantu "Petasan cabe rawit" Ingat walaupun anak autistik diet CFGFSF 100%, mereka tidak akan kekurangan gizi maupun gula, karena bahan makanan (sumber-sumber gizi) tidak hanya dari susu (dan produknya) serta segala produk gluten (mie,roti, biskuit dll).
Masih sangat banyak sekali bahan-bahan makanan yang bisa dikonsumsi sebagai pengganti protein susu, vitamin susu, gula/karbohidrat dari gluten.

Ada kabar hari ini seorang anak autistik masuk ICU karena gula darahnya rendah, begitu juga 2 bulan yang lalu dirawat di Rumah Sakit juga dengan gula darah rendah. Seorang anak tidak mungkin gula darahnya drop sehingga menimbulkan gejala yang lain seperti misalnya kesadaran menurun, atau kejang.

Kecuali tidak makan selama beberapa hari. Pada kasus ini pastilah ada penyakit lain yang bukan disebabkan diet CFGFSF. Selain itu perlu diketahui bahwa misalnya dalam daging tidak hanya terdapat protein tetapi juga glikoprotein, yaitu ikatan senyawa antara gula dan protein. Jadi jika anak mengkonsumsi daging maka dia mendapat asupan gula yang cukup banyak. Oleh karena itu pada pasien DM (kencing manis) tidak boleh mengkonsumsi daging dalam jumlah yang banyak oleh karena gula darahnya akan melonjak naik.

Jadi orangtua jangan ragu untuk menerapkan diet CFGSSF pada anak autistik. Atau mungkin bisa juga terjadi gula darah drop pada anak tersebut justru oleh karena diberi gula dalam jumlah yang sangat banyak dalam waktu singkat sehingga pada anak autistik pangkreasnya “kaget” sehingga memproduksi insulin dalam jumlah berlebihan sehingga kadar gula darahnya anjlok. (Liza Anwar, Al Azhaar FM)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09136 seconds.