Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan di Gunungkidul Pendapat

Gunungkidul, SK - Pariwisata di Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta, mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Grafik pendapatan yang melonjak ini seiring dengan grafik pengunjung destinasi wisata yang semakin tinggi. Potensi pariwisata Gunungkidul semakin menarik wisatawan baik dari dalam maupun dari luar wilayah Yogyakarta, bahkan dari luar negeri. Eksotisme dan keindahan panorama pantai-pantai di Gunungkidul menjadi andalan dalam menarik wisatawan.

Potensi pariwisata Gunungkidul menjadi peluang besar dalam kontribusi pendapatan daerah. Sebagai gambaran pendapatan parwisata Gunungkidul mengalami kenaikan pendapatan lebih dari 200 persen dari tahun 2013 ke 2014 dan diperkirakan akan mengalami kenaikan juga rentang waktu 2014-2015. Tidak berbeda dari wilayah-wilayah lainnya yang cenderung mengandalkan pariwisata dalam pembangunan wisata.

Pembangunan pariwisata tentu memerlukan biaya pembangunan obyek wisata dan perawatan tempat wisata dimana semakin baik pembangunannya akan semakin besar pula pendapatan yang akan diperoleh oleh negara dan daerah yang bersangkutan.

Namun, di samping menghasilkan keuntungan secara ekonomi, pariwisata juga dapat menimbulkan beberapa masalah. Sebab model pengembangan pariwisata yang sering digunakan adalah cara konvensional dengan orientasi pada pertumbuhan semata yang sangat mengedepankan perolehan devisa atau pendapatan daerah dan pertumbuhan investasi di sektor kepariwisataan. Cara pembangunan wisata dengan cara pertumbuhan ini memberikan kekuatan yang sangat besar bagi pemerintah untuk memegang kendali pembangunan, sementara peranan masyarakat relatif minim dan pasif. Kritik terhadap pembangunan konvensional tersebut adalah rusaknya lingkungan seperti perubahan tata guna lahan yang merugikan petani, pencemaran udara, pencemaran dan penyusutan muka air tanah sampai dampak negatif pada aspek sosial, budaya dan ekonomi masyarakat, karena acap kali dapat ditemui pengunjung wisata yang memiliki budaya yang tidak sama dengan masyarakat setempat, contoh, pakaian minim saat di pantai.

Berbagai dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh pariwisata dapat terjadi jika dalam perencanaan pengembangan pariwisata, metode dan model yang dipilih juga salah. Berbagai dampak negatif yang dapat kita temui dalam kegiatan pariwisata:
Dampak negatif terhadap sosial budaya
 Terjadi pencurian dan pemalsuan benda-benda seni budaya
 Terjadi komersialisasi cagar-cagar budaya
 Terjadi demonstration effect
 Menghilangkan kepribadian dan identitas penduduk lokal
 Perdagangan narkoba yang dapat merusak generasi bangsa
 Menularnya penyakit HIV/AIDS akibat pergaulan bebas

Dampak negatif terhadap lingkungan
 Pembuangan sampah sembarangan
 Pembuangan limbah hotel dan restoran ke laut
 Pemboman karang untuk cenderamata dan bangunan hotel
 Perambahan hutan dengan dalih pembangunan wahana wisata
 Perusakan sumber-sumber hayati, pencurian dan penyelundupan binatang-binatang langka untuk memenuhi permintaan dan selera wisatawan.
 

Oleh karena itu, untuk memperbaiki model pembangunan pariwisata yang berorientasi pada keuntungan ekonomi saja harus diubah menjadi model dan strategi pembangunan kepariwisataan yang berlanjut dan berwawasan lingkungan. Dalam model ini pemerintah hanya terbatas sebagi fasilitator dan regulator dalam tata kelola kepariwisataan yang berprinsip pada tata kelola kepariwisataan. Pelaku utama dari kegiatan pariwisata adalah pihak masyarakat dan industri pariwisata. Masyarakat sebaiknya tidak hanya sebagai penerima manfaat (beneficiaries). Berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan terutama pada aspek sosial ekonomi yang berujung pada marginalisasi masyarakat tidak dapat dihindarkan seperti yang terjadi di Nusa Dua Bali dan Puket di Thailand. Pembangunan kepariwisataan yang lebih mengedepankan keberlanjutan dan berwawasan lingkungan (Suistainable Tourism Development/STD). Poin penting dalam model STD ini adalah pembangunan kepariwisataan tidak hanya mengejar petumbuhan investasi semata akan tetapi yang terpenting adalah terjaganya kelestarian lingkungan, keberlanjutan pembangunan dan peningkatan kesejahateraan masyarakat di sekitar objek wisata. (Himawan Kurniadi / HNCRKFM)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.10261 seconds.