Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Limbah Tempurung Membawa Untung Berita

 Kab.Tasikmalaya (Suara Komunitas)-Temprung kelapa, biasanya di Desa-desa Selatan Tasikmalaya hanya tergeletak begitu saja. lain halnya dengan yang ada di Desa Mandalamekar, Kec Jatiwarasa Kab.Tasikmalaya.
Tempurung-tempurung kelapa limbah pabrik Kopra ini di sulap menjadi karya seni yang sarat nilai oleh saung Etik batok Mandalamekar.
Saung yang di gagas oleh warga dan SMK Karya Putra Manggala ini, memanfaatkan limbah Tempurung Kelapa menjadi alat-alat perlengkapna Rumah tangga, Hal tersebut di ungkapkan oleh pengajar sebut Abah Sableng (39) Jumat (9/10)," saung etnik ini sengaja dibuat supaya masyarakat bisa memanfaatkan potensi di sini, dan juga para generasi mudanya , khususnya yang sekolah di SMK Karya Putra Manggala, bisa menciptakan karya seni tepat guna, dan berniali ekonomis" ungkapnya
senada dengan abah sableng, Yana Noviadi (44) sebagai ketua Yayasan dari SMK Karya Putra Manggala menjelaskan bahwa saung etnik ini bertujuan supaya terciptanya lapangan pekerjaan baru,dan juga sarana melestarikan budaya karuhun " saung ini sebagai media pemeblajaran bagi warga untuk bisa kreatif memanfaatkan potensi yang ada di sekeliling,yang nantinya akan menciptakan lapangan pekerjaan baru. bukan hanya itu, melalui produk yang di buat dari tempurung ini kita juga bisa bernostalgia pada budaya kita dulu, nenek moyang kita dulu peralatan dapurnya hampir semuanya mengunakan bahan bahan dari alam, seperti cangkir,piring,ternasuk poci, itu semua bisa dibuat menggunakan bahan dari tempurung " Jelasnya
menurut mamat (19) salah sorang siswa kelas IX (sebelas) SMK Karya Putra Manggala,sejak berdirinya saung etnik ini, dia bisa belajar cara membuat cangkir, poci,aksesoris berbahan dasar tempurung " semenjak adanya saung ini, saya bisa belajar membuat alat-alat dapur sendiri dari batok (tempurung)kelapa, dan juga saya bisa buat gantungan kunci,kalung,dan lain-lain "terangnya
saat ditanya tentang keuntungan dari pemanfaatan limbah tempurung ini, abah sableng (39) menerangkan" semejak berdirinya beberapa bulan lalu, alhamdulillah,setiap hari ada saja pengunjung yang membeli. jadi kalo ada yang beli, pastilah ada untung.lagi pula barang yang tersedia baru hanya alat dapur. untuk harga poci dan emapat gelas kami jual kurang lebih 100,000 an, sedang untuk yang lainnya harga bisa nego di tempat" terangnya

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09003 seconds.