Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Kerugian Akibat Kebakaran Hutan di Sumatera dan Kalimantan Pendapat

Belakangan ini, masyakarakat, kususnya di Pulau Sumatera dan Kalimantan diresahkan oleh kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan. Banyak masyarakat yang mengeluh karena sesak napas akibat menghirup asap kebakaran hutan. Seorang warga bernama Pulung Naibaho yang tinggal di Kalimantan Selatan mengatakan, selama ada kabut asap ini kegiatan mereka di luar rumah terbatasi, seperti berladang. Selain itu bandara pun banyak yang terhenti aktivitasnya karena jarak pandang yang pendek.

Tak hanya itu, keberadaan satwa yang dilindungi seperti orangutan, harimau, beruang, dan lain-lain, yang ada di pulau-pulau juga menjadi korban, meski hingga kini belum ada penelitian apakah kebakaran ini mengakibatkan kepunahan satwa-satwa endemik yang dilindungi. Kita berharap Pemerintah cepat mengatasi kebakaran hutan dan lahan agar masyarakat bisa beraktivitas normal kembali.

Yang jelas setiap daerah mengeluarkan izin tuk perkebunan. Jadi kepala daerah dan dirjen yg bertanggung jawab, karena teknisnya ada di mereka. Kalau mau tuntut, galang aksi yg lebih jelas dan tepat.

Asal siap saja kita melihat jika pemerintah setempat ternyata juga ikut mem-backup praktek pembakaran lahan tersebut. Yang paling konkrit saat ini yang harus dilakukan adalah gugatan publik. Class action-kan saja negara, karena jelas-jelas merupakan kelalaian institusi negara dalam mengelola hutan yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Konkritnya gerakan masif atas kelalaian negara.

Kita berharap Pemerintah dan masyarakat bisa cepat memadamkan api yang menyebabkan kebakaran hutan di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08935 seconds.