Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Mengutuk Keras Pembunuh SALIM Alias KANCIL Pejuang Agraria Pendapat

Bengkulu, (SK) - Kami mengutuk keras pembunuh Sahabat Kami, Pejuang Kami," Salim Alias Kancil " Hentikan segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat kawasan tambang. jelas," Sony Taurus Manajer Kampanye Walhi Bengkulu (28/9/).

Saya tidak mengenal Salim Alias Kancil, Tapi.. Saya mengenal jiwanya yang pemberani dan sama-sama dengan barisan kami mempertahankan HAK HIDUP dari korporasi Bandit-bandit Mafia Sumber Daya Alam di Negeri ini.

Dan saya mengenali model intimidasi, kekerasan, penganiayaan, persengkokolan, rekayasa konflik, sampai penghancuran terhadap komunitas-komunitas kawasan tambang, "Ungkapnya.

Seperti yang diberitakan (lumajangsatu.com) - Koordinator Kontras Jawa Timur langsung turun mekakukan investigasi terhadap pembunuhan keji kepada warga penolak tambang desa Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian. Dari data yang dikumpulkan Kontras dilapangan, ditemukan fakta mengejutkan terhadap pembunuhan kepada Salim alias Kancil.

"Kita temukan bahwa pak Salim diambil dari rumahnya, dan dianiaya di balai desa Selok awar- awar dengan berbagai macam penyiksaan, ini jelas ada keterlibtan aparat desa" ujar Fatkhul Khoir koordinator Kontras Jatim saat menggelar rilis dengan sejumlah media, Minggu (7/09/).

Salim disiksa dengan cara disetrum, digergaji dibagian lehernya dan juga dipukul dengan benda tumpul dan juga cangkul. Salim akhirnya menemui ajalnya setelah dipukul menggunakan batu dibagian kepalanya dan sekujur tubuhnya.

"Salim disiksa dengan digorok lehernya dengan gergaji kayu, disetrum dan dipukul menggunakan kayu, cangkul dan juga batu," jelasnya.
Sedangkan korban selamat bernama Tosan, didatangi dirumhanya dan dihajar beramai-ramai oleh orang-orang pro tambang.

Dalam kondisi yang tidak berdaya, Tosan juga dilindas dengan menggunakan sepeda motor dan dipukul dengan menggunakan kayu serta senjata tajam lainnya. "Kita minta aparat penegak hukum dan pemerintah Kabupaten Lumajang bertindak tegas agar tidak terjadi tragedi serupa," pungkasnya.

Kontras Jatim turun melakukan investigasi bersama dengan Walhi jatim dan juga advokat Lumajang serta aktivis lingkungan Laskar Hijau.

Terpisah," Berita yang disampaikan Media, Jakarta, CNN Indonesia -- Dua orang petani di Lumajang, Jawa Timur, ditemukan tewas dan diduga menjadi korban penganiayaan dan pembunuhan berencana. Salim Kancil dan Tosan diduga menjadi korban skenario besar untuk memuluskan usaha pertambangan.

Manajer Kebijakan dan Pembelaan Hukum Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Muhnur Satyahaprabu, mengungkapkan keduanya dikenal sebagai pejuang lingkungan tolak tambang di desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Salim (46) tewas dibunuh, setelah dijemput sejumlah preman dari rumahnya dan dibawa ke Kantor Desa Selok Awar-Awar. Dia dianiaya dengan cara dipukuli batu dan benda keras lainnya oleh banyak orang dalam kondisi kedua tangan terikat.

Muhnur mengatakan, setelah Salim meninggal, mayatnya dibuang di tepi jalan, dekat areal pemakaman. Sementara itu, Tosan juga dianiaya di dekat rumahnya.

Muhnur mengatakan, Tosan sempat memberikan perlawanan, walaupun akhirnya roboh setelah dianiaya puluhan orang tidak dikenal. Saat ini, Tosan tengah dirawat intensif di rumah sakit.

Dengan kondisi Muhnur dan tewasnya Salim, Walhi menyebut, masyarakat sekitar sangat terancam, ketakutan sehingga sulit untuk berkomunikasi dengan tim konsolidasi gabungan. Dia mengatakan, pihaknya turut meminta bantuan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Ini adalah skenario besar memuluskan usaha pertambangan yang diduga adalah PT Indo Modern Mining Sejahtera (IMMS) yang investasi triliunan disana," ujar Muhnur di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (28/9).

Karenanya, dia menyebut, penganiayaan ini bukan hanya sekedar pro kontra tambang saja. Sebab, perkara terkait PT IMMS telah disidik kejaksaan pada Maret 2015, namun hingga saat ini tidak pernah jelas perkembangannya.

Penambangan terjadi pada tahun 2014, ketika warga diundang kepala desa untuk sosialisasi mengenai pembuatan kawasan wisata tepi pantai obyek wisata watu pecak. Namun, hingga kini, sosialisais belum pernah terealisasi.

Muhnur mengungkapkan, yang marak terjadi malah penambangan pasir di area yang secara hukum merupakan hutan milik Perhutani. Penambangan dilakukan oleh PT. Indo Modern Mining Sejahtera.

Ditambahkan Sony taurus Manajer Kampanye Walhi Bengkulu, Senin (28/9) Kantor Walhi Bengkulu, Korporasi datang pada desa-desa yang miskin dan terisolir, yang kaya mineral, di sanalah mereka membangun kerajaan tambang dan menjalankan “politik” pecah belahnya terhadap masyarakat. Membawa surat sakti ijin eksplorasi dan eksploitasi dari otoritas Pusat, dan di tampung penuh oleh otoritas provinsi, kabupaten, dan penguasa desa – korporasi bertingkah menguasai kawasan dan desa-desa penuh mineral secara leluasa. Masyarakat sekitar disisihkan, dibungkam, dibutakan, dipojokkan melalui berbagai cara.

Sambung Sony," Kalau bisa dibeli kemerdekaannya, maka mereka menjadi “pro”. Bagi yang menentang atau “kontra” penderitaan mereka panjang dan berbahaya, bahkan sangat berbahaya. Kedua kelompok dibiarkan berkonflik secara intensif dan tajam, konflik mereka tidak hanya eksis di tingkat material, tetapi menuncak menjadi konflik ideologis. Perpecahan desa dalam kutub “pro” dan “kontra” terjadi hampir di semua kawasan eksploitasi tambang ekstratif.

Kelompok kontra berhadapan dengan berbagai wajah kekuasaan, mulai dari Pemerintah Pusat, para wakil mereka di Parlemen, perangkat keamanan, sampai dengan Kades dan perangkatnya di desa. Melalui kurir desa, kelompok kontra secara terus-menerus mengalami tawaran menghentikan perlawanan, intimidasi, tekanan psikologis, pengucilan, ancaman pembunuhan, penculikan, dan berakhir seperti Salim Kancil. Bukan tak mungkin begitu banyak “Salim Kancil” sebagai produk / luaran dari konflik horizontal. Konflik horizontal yang berlatar neo-empirialisme multi wajah," Ungkap Sony.

Saatnya berhenti ... Segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat kawasan tambang.

Saatnya Pemerintah berdiri di belakang rakyat yang kalah melawan korporasi tambang global.

Sony Menyerukan," Seruan ini adalah seruan solidaritas kelompok masyarakat sipil dan kaum intelektual untuk semua “Salim Alias Kancil” di Indonesia dan menuntut pemerdekaan komunitas kawasan tambang dari segala bentuk penindasan, intimidasi, kekerasan, dan brutalitas.

Seruan ini untuk Pemerintah dan perangkat keamanan harus berdiri menjamin keadilan bagi korban kekejaman, dan membuat desain perlindungan bagi masyarakat di kawasan kaya mineral. Pemerintah dan perangkat keamanan harus berhenti melindungi korporasi tambang global dan gurita bisnis ekstraktif asing yang eksploitatif. Mari memantau dan mendesak pengusutan atas kasus pembunuhan brutal atas aktivis penolak tambang Salim Kancil – sebagai pertanda berakhirnya pengkorbanan rakyat oleh korporasi tambang ekstraktif di Indonesia.

Dan kami tidak menginginkan adanya kembali Kancil-kancil yang lain menjadi korban keganasan Aksi premanisme yang telah dibayar oleh perusahan-perusahaan yang mengambil HAK MEREKA menjadi korban kekerasan di negeri ini. "Tegas Sony.

Negara harus bertanggung jawab, negara harus menghukum seberat-beratnya pelaku pembunuhan pejuang agraria Salim Alias Kancil.

Kemiskinan mereka sudah cukup ... kematian mereka lebih dari cukup.

RAKYAT HARUS MELAWAN DAN JANGAN BUNGKAM.

LAWAN !!!

LAWAN !!!

LAWAN !!!

HIDUP RAKYAT !!! ,"Tutup Sony Taurus.

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.57442 seconds.