Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

SKANDAL KEJAKSAAN NEGERI PARIAMAN KIAN MEMANAS Berita

 LSM Limbubu Laporkan Yulitaria SH Pemerasan ( Gratifikasi ) dan Dugaan Perbuatan Amoral

Keluar dengan langkah loyo, wajah pucat, semangat pudar, tidak ada ciri-ciri kebahagian yang terbersit sedikitpun dari aura Mulyadi. SH, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman pada detik, menit dan waktu itu setelah berselang sekitar lima belas menit dia berada didalam ruangan Jaksa Pemeriksa IV, dilantai 3, Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar, Jl. Raden Saleh, Padang.

PADANG SK 25 September2013 _ Semilir angin sepoi-sepoi ketika itu menyurutkan teriknya sinar matahari ke bumi, menyapa pergantian waktu siang menuju sore. Hari menunjukan kira-kira pukul 14.30 WIB. Tiba-tiba dua orang sosok yang tak asing berasal dari wilayah kerja Padang Pariaman secara kasat mata, melintas. “Itu lihat, ada Mulyadi Kadis Pendidikan jalan berdampingan bersama Resmen. SH, Kasi Pidsus Kejaksaan, langkahnya buru-buru, kenapa ya?” kata seorang rekan wartawan kepada temannya. Dijawabnya, “mungkin karena mereka melihat kita kali ada disini,” ujarnya latah.
Sontak, sekelebat saja tanda tanya besar timbul dibenak para aktivis asal Pariaman itu melihat fenomena langka tatkala seorang Kasi Pidsus menemani seorang Kadis yang bertugas diwilayah kerja yang sama, bersama-sama memasuki gedung Kejati berpapasan dengan beberapa aktivis juga diwilayah kerja yang sama. “Nah, Kejati Sumbar kayaknya mulai sibuk ‘surat-suratan’ nih ,” celetuk salah seorang lagi dari mereka.
Sebuah peristiwa yang tanpa diduga-duga sebelumnya apalagi direncanakan kala itu beberapa aktivis yang aktif bergelut sebagai pegiat anti-korupsi di pelbagai profesi diantaranya 2 orang Pemred, 3 orang wartawan (media berbeda) dan satu Direktur LSM Limbubu asal Pariaman tiba kekantor Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) yang beralamat di Raden Saleh itu guna memenuhi undangan yang diberikan oleh Asisten Pengawas Kejati kepada (pelapor) Direktur LSM Limbubu, Nurhayati Kahar.
Benar rupa-rupanya, kedatangan Mulyadi dan Resmen dipanggil oleh Asisten Bidang Pengawasan Kejati, Sri Astuti Yulia. SH, pada Jumat (25/9) dalam rangka yang sama untuk dapat dimintai keterangan terkait laporan pengaduan masyarakat (LSM Limbubu) melaporkan pihak Kejari Pariaman dialamatkan ke Kejaksaan Agung RI dan Komisi III DPR-RI atas dugaan kasus pemerasan ( gratifikasi ),Mulyadi korban pemerasan ( gratifikasi ) dengan si pelaku pemerasa ( penerima gratifikasi ) sebagai terlapor Yulitaria yang menjabat kepala kejaksaan.
Sepengamatan para pegiat (termasuk SK), Resmen yang mewakili pihak Kejari Pariaman dan Mulyadi Kadis Pendidikan memilih menaiki tangga gedung Kejati menuju lantai 3, persisnya keruangan Zainal Arifin selaku Jaksa Pemeriksa. Sedangkan sekolompok aktivis yang datang dari Pariaman lebih bersantai dengan menaiki lift ketujuan yang sama.
Tak sadar pun, mereka kembali berpapasan setelah menapakan kaki di lantai 3, terlihat Resmen berjalan paling depan masuk keruangan Asisten Pengawasan Kejati diiringi oleh Mulyadi persis dibelakang disusul dengan irama langkah Nurhayati Kahar yang ditemani oleh beberapa wartawan.
Mulyadi dipersilahkan masuk lebih dulu oleh Jaksa Pemeriksa yang tadinya ditemani Resmen hingga kepintu ruangan Jaksa Pengawas IV. Selepas Mulyadi masuk ruangan pemeriksa, barulah Resmen keluar ruangan dan juga sempat ditemani oleh media ini berbincang sebelum Resmen enyah dari semua penglihatan awak media setelah dia menerima telpon, “iya pak, saya segera kesana,” tukas Resmen dengan lawan bicaranya ditelpon. Entah itu siapa atau dapat perintah dari siapa, yang jelas ia mengucap pamit dan lenyap.
Akhirnya terungkap sendirinya, kedatangan Resmen yang sempat ngaku kepada media ini telah seminggu bolak-balik memenuhi panggilan Kejati, belakangan Resmen berterus terang di sosmed jika dirinya juga ikut diperiksa terkait salah satu poin laporan LSM Limbubu ke Komisi III DPR-RI dan Kejagung, selain gratifikasi juga tentang dugaan perbuatan amoral Yulitaria sebagai pimpinan kejaksaan yang santer disebut tengah merajut asmara dengan salah seorang mantan kepala SKPD Kabupaten Padang Pariaman.( IDM/JRKSB )

 

 

 

 

 

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09452 seconds.