Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Pesona Bukit Bintang dalam Perspektif Lingkungan Pendapat

Pariwisata merupakan sektor yang memiliki banyak manfaat, baik untuk daerah setempat maupun bagi daerah lain. Bagi daerah lain, tempat wisata ini bisa menjadi alternatif tujuan wisata, sehingga bisa mendapatkan wawasan tempat wisata yang beragam. Bagi daerah setempat, pariwisata memiliki beberapa manfaat yang sangat bagus.

Pertama, daerah yang membuka tempat wisata baru akan mendapatkan manfaat ekonomi. Kesejahteraan masyarakat akan membaik seiring pendapatan yang meningkat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya tempat-tempat untuk berjualan baik makanan maupun souvenir, dan banyaknya pemandu-pemandu wisata lokal.

Kedua, manfaat yang lain adalah manfaat dari sektor budaya. Daerah yang membuka tempat wisata baru dapat menggali potensi budaya daerahnya. Budaya yang semula terabaikan akan muncul ke permukaan dan dapat dikenal oleh khalayak umum. Penduduk setempat dapat mengekspresikan budayanya dan masyarakat luas akan datang untuk menikmati sajian kesenian dan budaya tersebut yang tentu saja akan membelanjakan uangnya ditempat tersebut.

Ketiga, dari segi lingkungan hidup. Masyarakat dengan sadar akan meningkatkan kebersihan lingkungan. Jalan dan lingkungan dijaga dengan baik, demi kenyamanan pengunjung agar betah berada di tempat tersebut. Hutan-hutan di jaga agar tetap hijau. Hal itu sebagai sebuah kesadaran bahwa hutan merupakan tempat penyerapan air dan akan dapat menyimpan air dalam jangka waktu tertentu. Besar harapan daerah tersebut tidak akan kekurangan air dalam kondisi musim apapun sekaligus sebagai usaha pencegahan tanah longsor dan banjir saat musim hujan datang. 

Manfaat keempat adalah terbukanya wawasan ilmu pengetahuan dan pergaulan bagi masyarakat. Banyaknya wisatawan yang datang ke daerah tersebut akan membawa budaya atau tatanan sosial yang baru terhadap warga setempat, sehingga akan lebih maju pergaulannya, tidak seperti ketika tidak berinsteraksi dengan dunia luar. Selain itu, manfaat selanjutnya adalah terciptanya lapangan kerja baru. Penduduk setempat dapat bekerja di tempat wisata tersebut, di daerah sendiri tanpa harus keluar dari daerahnya.

Mengingat banyaknya manfaat yang bisa diperoleh dari pembukaan tempat wisata, banyak daerah beramai-ramai membuka tempat wisata baru. Tempat wisata yang memang indah dan mampu menarik wisatawan dikenalkan ke masyarakat luas. Pemerintah daerah pun ikut ambil bagian dalam pembukaan tempat wisata baru, perizinan pembukaan tempat berdagang, mendirikan bangunan, dan lain sebagainya. Dengan begitu pendapatan asli daerah akan meningkat dengan adanya retribusi masuk tempat wisata, pajak pendapatan, pajak perhotelan dan lain-lain.

Bukit Bintang adalah dataran tinggi yang berada di perbatasan Gunungkidul, masuk wilayah Bantul dan sebagian lagi wilayah Sleman Provinsi DI Yogyakarta. Zaman dahulu kala, tempat dengan pemandangan yang sangat indah ini di sebut Hargo Dumilah. Tempat beristirahat bagi raja-raja dan keluarganya waktu itu. Orang-orang yang berdiri di tempat ini dapat melihat pemandangan Yogyakarta dari ketinggian dan melihat luasnyaYogyakarta saat siang, dan melihat keindahan lampu-lampu di saat malam hari. Oleh karena itu, tempat ini sering digunakan oleh orang-orang untuk melepas lelah, sekadar duduk-duduk, atau berhenti untuk menikmati makanan yang dijajakan pedagang di sekitar lokasi.

Beberapa tahun yang lalu, tempat ini tidak begitu mendapat perhatian. Tempat ini adalah bukit berbatu. Pun demikian masih banyak pohon-pohon di perbukitan ini. Pohon-pohon ini meranggas saat kemarau, namun tetap hijau saat musim hujan. Tepat di bukit Hargo Dumilah hanya ada musholla tempat beribadah bagi para pelancong yang lewat. Beberapa warung tenda yang kurang rapi berjualan di sana, terlihat kurang rapi dan kurang tertata. Tempat parkir dan tempat orang berhenti di tempat ini tidak disediakan secara khusus sehingga terkesan semrawut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Hargo Dumilah yang sekarang lebih dikenal dengan Bukit Bintang sudah terlihat lebih rapi. Area parkir dan tempat berdiri para pengunjung telah dibangun. Rumah-rumah untuk berjualan dibangun secara semi permanen berjajar rapi. Bahkan ada hotel dan cafe yang berdiri di sana yang tentu saja semakin memanjakan pengunjung dalam menikmati wisata alam.

Namun demikian, ada hal yang luput dari perhatian. Jika kita mengarahkan pandangan ke arah yang lebih masuk ke lereng-lereng bukit dan pingir jurang, ada beberapa bangunan yang telah di bangun di area tersebut. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan manfaat yang seharusnya diperoleh ketika ada tempat wisata baru yang dibuka. Bukit dan hutan dirampas hak hidupnya di bukit tersebut. Hal yang tidak diinginkan adalah adanya hutan yang gersang dan gundul. Jika pepohonan sudah habis bisa jadi kekeringan akan terus melanda pada saat musim kemarau, tanah longsor dan banjir saat musim hujan akan jadi ancaman.

Kecelakaan tempat wisata dimungkinkan bisa saja terjadi, mengingat banyak bangunan yang dibangun bukan pada tempat yang seharusnya, yakni di lereng-lereng bukit hingga di pinggir jurang yang mengabaikan keselamatan pengunjung. Bangunan semi permanen yang dibangun juga terlihat asal jadi, dengan perbandingan bahan bangunan yang kurang seimbang.

Pemerintah sebagai stakeholder yang turut andil dalam pembukaan tempat wisata baru ini tentu harus memiliki peraturan yang jelas. Seperti menerapkan undang-undang lingkungan hidup yang harus ditaati oleh pemilik usaha di area tempat wisata dan pengunjung. Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), ijin mendirikan usaha bagi pengusaha yang ingin mendirikan bangunan harus betul-betul dicek dan ricek untuk pembangunan tempat ini.

Mengingat area wisata ini merupakan tempat yang berada dalam tiga wilayah kabupaten dan sangat potensial, alangkah lebih baiknya tiga pemerintah daerah ini duduk bersama dalam membuat aturan yang bisa diterbitkan menjadi peraturan daerah yang mengatur pengelolaan tempat wisata ini sehingga hal-hal negatif yang tidak diinginkan tidak terjadi.

Dengan demikian, tempat wisata dapat berkembang dengan baik tanpa mengesampingkan lingkungan hidup yang seharusnya selalu dijaga dan dilestarikan, terutama hutan dengan pepohonannya sehingga ancaman terjadinya bencana bena-benar dapat diminimalkan.
(Umi Azzurasantika/HNCRKFM)

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09265 seconds.