Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Bambang Suryono: "Sinergi Asmandat SIM dan PEMDA kunci Sukses Baseline 100-0-100 Berita

Tanjung Pinang,SK– Kamis siang (10/9) bertempat di ruang pertemuan Konsultan Manajemen Wilayah (KMW) Oversight Consultant (OC) 1 Kepulauan Riau di selenggarakan pelatihan untuk seluruh Assitent Manajemen Data (ASMANDAT) P2KP Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulaun Riau. Tidak seperti pemandangan acara pelatihan di provinsi lainnya dengan jumlah banyak peserta, di wilayah KMW OC 1 Kepulauan Riau malah sebaliknya hanya ada tiga Asmandat. Secara tidak langsung acara pelatihan ini hanya di hadiri dengan tiga orang peserta yang terdiri dari Asmandat Kota Batam, Kabuapten Karimun dan Asmandat Kota Tanjung Pinang.

Walaupun demikian dengan jumlah peserta pelatihan yang relative sangat sedikit, Acara ini berlangsung sangat antusias dan alot. Dibawah naungan program baru P2KP (Program Peningkatan Kuaitas Permukiman red.) membawa warna tersendiri pasca berakhirnya program PNPM Mandiri Perkotaan.
 

Acara yang berlangsung sesuai dengan rencana tiga hari (10,11,12/9) kedepan ini di buka langsung oleh Bambang Suryono selaku Tenaga Ahli SIM P2KP KMW OC 1 Kepulauan Riau.
 

Dalam sambutannya Bambang mengungkapkan acara ini merupakan kegiatan lanjutan dari Ekspert Group Meting (EGM) Tenaga Ahli (TA) Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang di laksankan beberapa waktu lalu di Bogor, Jawa Barat.
 

Bambang berharap kedepannya, Pelatihan ini bisa memberikan rangsangan untuk menstimulan seluruh asmandat di kabupaten kota dalam upaya menjalin kerja sama yang selaras dengan pemerintahan daerah tempatannya. Sehubungan fungsi asmandat selaku pengelola data, Sangat memberikan peranan penting untuk bekerja sama dengan pemerintahan di daerahnya guna melakukan transformasi data.
 

"Saat ini di setiap kabupaten/kota umumnya Sumber data mengacu pada data BPS. Sementara kita (PNPM,P2KP) juga memiliki data yang tingkat akurasi datanya sangat tinggi. Seperti data warga miskin (PS2) yang selau di review setiap tahun di tingkatan BKM (kelurahan)". Ujar Bambang di sela pemaparan presentasinya.
 

Masih Bambang ”Dan yang tidak kalah penting lagi di program P2KP saat ini sedang berjalan pendataan Base Line Data 100-0-100. Data ini kedepannya akan menjadi cikal bakal terbentuknya Profil kelurahan dan Profil kawasan kumuh”.
 

”Moumen pendataan ini harus benar-benar bisa di manfaatkan oleh asmandat untuk berkolaborasi dengan pemerintahan di daerahnya agar saling berkoordinasi dalam hal penyediaan data yang akurat dan relevan. Sehingga data base line ini mempunyai nilai jual dan sebagai pedoman pemerintahan daerah untuk menyusun  Rencana Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan (RKPKP) di masa yang akan mendatang”.
 

Terakhir, Bambang menilai dengan terjalin kerja sama dua arah yang baik inilah sebagai titik awal keberhasilan program P2KP ini kedepannya. Tentunya dalam konteks pencapaian visi target 100-0-100 ini bisa kita capai bersama di tahun 2019 mendatang.
 

100-0-100 ini merupakan gagasan sekaligus visi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) di bawah Dirjen Pengembangan Permukiman (BANGKIM). Rentang waktu taget pencapaian 100-0-100 ini sudah di tetapkan dari tahun 2015 ini sampai dengan tahun 2019 kedepannya. Dimana jabaran dari 100-0-100 ini adalah 100 persen keterdediaan air minum, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen Sanitasi layak. Sehingganya di 2019 mendatang di seluruh daerah Kabupaten/Kota di indonesia bebas dari persoalan permukiman kumuh. AK.
 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09218 seconds.