Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Semua Orang Butuh Tanah Sastra

Bertahun nenek moyangku menapaki kakinya di tanah luhur ini
Bersanding berbagai sumber alam yang melimpah
Yang hijau nan indah dihampar pancaran surgawi
Dengan beraneka ragam mahkluk hidup

Tapi engkau datang dan mengklaim akan tanah subur ini
Hingga ingin membuatku terusir dari tanah kelahiranku sendiri
Mempertentangkan dan menyajikanku dengan UU yang tidak aku mengerti
Dan menjadikanku seakan dungu akan hak-hakku
Akan ke mana aku kelak jika tanahku engkau rampas?

Apakah aku harus meraung dan berontak seperti bocah
Tapi ini berbeda, meski aku menjerit dan menuntut
siapa yang akan mendengarkan?

Berbagai rayuan membuatku mengira engkau pujangga
Janji-janji yang engkau lontarkan tak membuatku terlena karena aku tahu
Engkau ingin mengusirku dari tanah leluhurku dan aku menolak akan hal itu
Dengan kejinya engkau dengan antek-antekmu mengepungku
Dan memaksaku untuk meninggalkan tanah leluhurku

Aku berfikir soal gerakan penolakan klaim akan tanah leluhurku
Tapi mana mungkin aku bergerak sendiri
Aku tahu tak ada yang ingin diusir dari tanahnya
Dan semuanya menginginkan kejayaan akan hak-haknya
Tapi mana mungkin kalau hanya diam

Sudah cukup pembodohan dan ketidakadilan
Aku tidak lagi sendiri yang sadar akan perampasan tanah ini
Tidak ada lagi diam
Semuanya butuh rumah, semanya butuh makan, semuanya butuh keberlangsungan hidup
Dan semua orang akan bilang aku butuh tanah.

Nurlaela

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09231 seconds.