Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Kurang 1 km Dari Kantor Bupati Berau, Nenek Munira Hidup Menderita Berita

TANJUNG REDEB 29/06/2015. Swara Komunitas Gema Bersatu– Pemkab Berau boleh mengklaim kalau angka kemiskinan masih dibawah 5 persen. Namun klaim itu, tak bisa menggambarkan kondisi warga miskin bertahan hidup. Sebagai buktinya, meski tinggal di pusat kota yang berjarak kurang dari 1 kilometer dari Kantor Bupati, nenek Munira (85) warga Jalan Mangga II Gang Anunta harus mengalami kondisi kehidupan yang sangat memprihatinkan.

Pantauan media ini di rumah nenek Munira, sangat banyak komunitas anak muda yang tergerak hatinya dengan berkunjung dan ingin membantu nenek Munira. Tercatat ada Komunitas Terapi Sedekah Berau (KTSB), Komunitas Hijabers Berau, Ikatan Alumni SMK Negeri 1 Tanjung Redeb Berau, bahkan banyak anak-anak muda yang datang secara pribadi, sungguh luar biasa kepedulian anak-anak muda Berau ini.
Komunitas Terapi Sedekah Berau (KTSB) melalui dr. Erva Anggriana mengatakan, melihat kondisi nenek Munira, KTSB tergerak membantu melalui renovasi atau bedah rumah serta berencana melakukan bantuan lainnya.

“Bagaimana tidak, rumah nenek Munira itu sudah sangat tidak layak, Sebab dinding dan atap rumah, bolong dimana-mana, tidak ada toilet, masih menggunakan air rawa di bawah rumah untuk MCK (Mandi, Cuci, Kakus),” ungkapnya
Sementara Ketua Komunitas Hijabers Berau, Hasni mengatakan, kami tergerak membantu murni sebagai ikatan hati nurani sebagai sesama manusia.
“Selama ini kita sering membantu orang jauh, tapi ternyata didepan mata kita sendiri masih banyak yang butuh pertolongan kita,” ujar perempuan yang akrab disapa Ica ini.
Sedangkan Ikatan Alumni SMK Negeri 1 Tanjung Redeb Berau Angkatan 2007 melalui Nurainah mengatakan, mereka berkunjung langsung ke kediaman nenek Munira untuk mendata apa saja kebutuhan yang bersangkutan.

“Jujur saja kami shok melihatnya. Sebab belum pernah kami melihat kondisi warga golongan ekonomi lemah yang kondisinya separah ini. Namun kami juga berharap agar Pemkab Berau dapat tergerak hatinya untuk membantu dengan merumahkan nenek Munira secara layak atau memasukkan beliau ke panti jompo. Mengapa panti jompo, karena diusia beliau yang sekarang ini, maka yang sangat dibutuhkan adalah hidup bersama orang lain guna mendapatkan kasih saying,” tuturnya.

Sedangkan Fathur Rizal seorang anak muda yang secara pribadi peduli mengatakan, dirinya hampir tidak percaya kalau di dalam Kota Tanjung Redeb masih ada warga yang kehidupannya sangat jauh dari garis kemiskinan.
“Ini sungguh aneh. Nenek yang sudah lama tinggal disini, kok dibiarkan begini. Ini berarti RT dan pemerintahan kita tidak aktif melihat kondisi warganya. Untuk itu, maka kita bersama-sama bergerak membantu, terserah apakah Pemkab peduli atau tidak untuk membantu, yang penting kita-kita membantu,” tutupnya.(nsb/datu Lacuk)

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08754 seconds.