Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Kapolres Berau Harus Bertanggung Jawab Tinggi nya Angka Lakalantas Berita

TANJUNG REDEB 18/06/2015. Swara Komunitas Berau Bersatu. Badan Pusat Statistik (BPS) Berau dan Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Berau melansir, rata-rata setiap tahunnya, jumlah kecelakaan mencapai 116 kasus dengan korban jiwa 33 orang dan kerugian material Rp484,80 juta. Sementara jumlah pelanggaran lalu lintas, rata-rata setiap tahunnya mencapai 4.625 kasus atau dengan kata lain dalam 1 hari terjadi 13 kasus pelanggaran. Petugas Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Lantas Polres Berau, Bripda Nanda Brigifani, membenarkan hal itu. Dia mengatakan, masih tingginya jumlah kecelakaan di Kabupaten Berau disebabkan faktor kesadaran pengguna jalan yang masih rendah dan cukup banyaknya titik rawan kecelakaan.

"Satantas Berau sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menekan angka kecelakaan, mulai dari melakukan sosialisasi, operasi simpatik, operasi patuh, pendekatan persuasif hingga operasi rutin gatur (pengaturan lalu lintas di jalan) setiap pagi hari. Tapi, semaksimal apa pun yang kami lakukan, tetap saja kembalinya kepada kesadaran pengguna jalan itu sendiri,” jelasnya. Dia menjelaskan, untuk faktor kebiasaan, kesadaran warga selaku pengguna jalan di Berau memang masih sangat minim. Persoalan itu juga yang menjadi salah satu evaluasi tim penilai Wahana Tata Nugraha (WTN) beberapa waktu yang lalu.
“Sebagai contoh, saat warga membawa kendaraan dari dalam gang atau saat di tikungan jalan simpang empat, kebiasaan warga tidak lagi berhenti untuk melihat kiri kanan jalan. Akibatnya ya sering terjadi kecelakaan kan?” terangnya. Sedangkan untuk titik rawan kecelakaan, lanjut Nanda, masih cukup tinggi. Biasanya daerah rawan kecelakaan terjadi di daerah Jl Kedaung dan di simpang empat pos rayon 901 Jl Pemuda. Ditambah lagi kondisi traffic light yang sering padam dan juga di beberapa titik lampu traffic light juga memang sudah kusam, turut menjadi penyebab kecelakaan.
 

“Ternyata dengan sering nya mengadakan razia tidak mengurangi angka pelanggaran peraturan lalulintas, namun hanya menambah angka kecelakaan semakin tinggi di kota Tanjung Redeb. seperti di jalan Pangeran Diponegoro 1 yang sudah beberapa bulan dipasang rambu kecepatan maksimal 30 km/jam namun para truk material galian c. yang berulang kali mendapat teguran dari Satlantas Berau, namun setelah aparat Satlantas berlalu, para sopir truk tetap saja dengan kecepatan tinggi melintas tanpa menghiraukan debu dan membahayakan keselamatan pengendara yang lain. Gejala apa ini..? Kapolres Berau harus bertanggung jawab dengan adanya gejala pelanggaran ini,”.kata seorang warga seorang warga yang ditemui suara komunitas Gema Bersatu. (nsb/datu Lacuk)

 

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09453 seconds.