Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

robi menulis Sastra

 

 

Bengkulu: 12/04/2015- Cerpen karya " Robi Adriansah : Pagi belum menampakkan fajar, Davin bersiap siap untuk berangkat sekolah, ia memakai pakaian sekolah. Davin berpamitan dengan Ibunya “bu saya mau berangkat sekolah dulu, Assalamualaikum” kata Davin
“walaikumsalam hati hati ya nak” jawab ibu.

Saat itu Davin di halte bus untuk menunggu bus langganannya, tak lama kemudian bus itu datang. Di tengah perjalanan ada sebuah tawuran antar sekolah, akibatnya lalu lintas jadi macet. Davini tidak mau terlambat hanya karena ada tawuran, Davin pun mengeluarkan selembar kertas lima ribu untuk membayar bus tersebut. Kemudian Davin bergegas keluar dari bus dan mencari ojek.

Tiba tiba dari belakang ada seorang pelajar yang terlibat tawuran ingin membacok tangan Davin, anak itu tidak tahu bahwa Davin itu bukan lawannya. Anak itu langsung membacok tangan davin “aaarggg” jerit Davin, ia menjerit histeris meminta tolong warga untuk menolongnya. Akhirnya Davin pingsan dan dibawa ke rumah sakit untuk dioperasi. Terpaksa tangan Davin sebelah kanan harus diamputasi.

Saat Davin siuman, ia menangis histeris karena kehilangan tangan kanan yang selalu ia gunakan untuk menimba ilmu setiap hari. Hari demi hari ia lalui. dan sejak kejadian itu terjadi, sifat davini pun berubah dari yang dulu suka mensedekahkan sebagian dari uangnya sekarang berubah menjadi pribadi yang pelit.

Suatu hari Ibunya meminta selembar uang sepuluh ribu kepada davin. Ia tidak mau mengasih uang kepada Ibunya sepersen pun apalagi adiknya yang meminta uang lima ratus perak saja ia tidak akan mau mengasihnya. Hingga tiba pada saat Ibunya ulang tahun davin hanya mengado sebuah kotak kecil. Ibunya pun marah “betapa tegannya kamu dengan Ibumu sendiri” ujar Ibu sambil menangis.Davin pun diam tanpa kata, kemudian Ibu Davin membuka kado tersebut dan terkejut lalu memeluk davin erat erat dan isinya adalah kunci rumah dari hasil tabungan yang selama ini ia tabung “jadi selama ini kamu pelit itu untuk membelikan Ibu rumah?” kata Ibu sambil menangis di bahu davin.
“iya bu tapi tujuan davin sebenarnya ingin membayar uang yang telah Ibu dan Ayah keluarkan untuk mengoperasi tangan davin" jawab Davin dengan nada pelan. Kemudian Davin dan Ibunya saling memaafkan lalu melanjutkan ulang tahun Ibunya. Hati Davin sangat senang dan terharu saat Ibu memeluknya.

Cerpen Karangan: Robi adriansah
Facebook: robybob16@yahoo.co.id

Komentar (1)

Page generated in 0.09027 seconds.