Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Rawa Rawa Kota Sigli Sastra

Sigli SK-Rawa-rawa. Luas sekira sepuluh hektar. Dikepung gedung bertingkat dan rumah-rumah penduduk di keempat sisi. Warga yang memiliki jiwa estetika kerap menikmati kehadiran kawanan burung kuntul saat pagi, petang dan sore hari. Asyik melihat burung-burung berbulu putih itu bermain sambil mematuk-matuk ikan kecil yang didapatnya. Bila ada gerakan asing yang mencurigakan, mereka sigap melakukan manuver pendek berkonvoi di udara, lalu mendarat lagi di rawa-rawa. Tak lama lagi rawa-rawa itu akan ditimbun. Manusia membangun dunianya.

Burung kuntul harus terbang. Jauh. Mencari sorga yang lain. Manusia mampu membeli tanah itu. Burung kuntul tak punya uang. (Cot Tunong, Sigli, Senin, 23/3/15) (Thim Kembang)
 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09202 seconds.