Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Ganti Logo, Walikota Pekalongan Dianggap Obok-obok Sejarah Berita

Pekalongan, SK - Ratusan warga Kota Pekalongan menolak logo baru Kota Pekalongan. Forum Rakyat Pekalongan Bersatu (FRPB), Jum'at lalu (20/3) menggelar aksi penolakan, karena logo tersebut dinilai menghilangkan sejarah. Demikian disampaikan Sony Hikmalul, salah satu penggagas FRPB dalam deklarasi forum tersebut di Stadion Kraton, Pekalongan beberapa waktu lalu.

Keresahan penggantian logo ini sebetulnya sudah lama muncul di media sosial, jauh sebelum peluncuran logo baru oleh Walikota Pekalongan, Ahmad Ba'asyir. Tetapi tidak ada respon dari Pemda. Dari penelusuran pewarta warga di grup media sosial beberapa bulan lalu, warga mempertanyakan penggabungan kelurahan dan penggunaan logo baru yang dianggap menghilangkan sejarah Kota Batik Tersebut.

"Forum ini murni, tidak ada kepentingan pribadi, melainkan forum kepentingan rakyat Pekalongan dalam membangun Kota Pekalongan," ujar Sony. Menurutnya forum tersebut merupakan wadah komunikasi, aspirasi dan mencari solusi rakyat Pekalongan.

Sementara itu, Edi, salah seorang warga dari Pekalongan Timur menegaskan bahwa Perda No 8 Tahun 2013 tentang Penggabungan Kelurahan, justru membuat masyarakat resah dan bingung.

Ali, warga Pekalongan Selatan mengaku kecewa dan kebijkan tersebut sudah mengobok-obok nilai historis Kota Pekalongan. Dilansir dari harian Suara Merdeka, Walikota Pekalongan, Ahmad Ba'asyir menanggapi permasalahan tersebut sebagai hal yang biasa. "Saya malah senang, artinya mereka mempunyai rasa ikut memiliki.Beda pendapat adalah hal yang biasa namun harus disampaikan sesuai dengan aturan. Logo toh bisa diganti lagi, tidak masalah. Tapi jangan hanya ngomong, ayo ikut bangun Kota Pekalongan," jelasnya.

Usai deklarasi forum selanjutnya akan dilakukan rembug forum rakyat dengan agenda penyampaian aspirasi warga Pekalongan. (Buono)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09448 seconds.