Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Togutil Dodaga Memproduksi Minyak Goreng Secara Mandiri Berita

Dodaga, SK - Salah satu pilar gerakan perjuangan masyarakat adat Nusantara, yaitu mandiri secara ekonomi. Pemberdayaan ekonomi berbasis kultural menjadi ruang hidup bagi Komunitas Dodaga.

Kelompok usaha bersama ini bernama Igono Dodaga yang berarti Kelapa Dodaga, mengingat sumberdaya alam khususnya kelapa sangat berlimpah di daerah ini.

Elyeser Huhutu, tokoh agama yang juga menjabat Sekretaris Desa Dodaga, mengatakan bahwa produksi kopra khusunya di Desa Dodaga mencapai 500 ton per kwartal atau sekitar 1.500 ton per tahun.

Dari hasil asesmen dan survey income generating yang dilakukan, diketahui bahwa penghasilan kopra yang berlimpah di Dodaga ternyata belum berdampak signifikan terhadap pendapatan ekonomi masyarakat. Harga kopra yang naik-turun adalah faktor dominan yang saat ini masih sangat mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat.

“Harga kopra paling tinggi mencapai Rp 6.000.-/kg dan yang paling rendah bisa sampai Rp 1.500.-/kg. Harga kopra tidak bertahan lama, yang sering diterima oleh pembeli saat ini berkisar Rp 4.000.-/kg." tutur Madiki Haginik, Tokoh Adat Tobelo Dalam Dodaga.

Menurut salah seorang pembeli yang sempat ditemui di salah satu pasar di Halmahera Timur, Ahmad, meyatakan, dari segi penampilan dan isi minyak goreng sudah cukup bagus dan menarik, namun ada baiknya di label kemasan minyak goreng ini dicantumkan kandungan nilai gizi sehingga pembeli tidak ragu-ragu menggunakan minyak goreng hasil produk lokal.

Kepala Biro Ekonomi dan Dukungan Komunitas Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara menjelaskan bangunan ekonomi ini, seperti kelapa, sagu dan pala merupakan potensi lokal yang mendukung ruang hidup semua komunitas masyarakat adat yang ada di Maluku Utara.

Sementara di sisi lain, kebijakan pemerintah tak sepenunhya menyentuhnya sehingga petani kopra hancur berantakan. Rencananya pada bulan Maret 2015, Igono Dodaga akan memroduksi minyak goreng 200 liter hingga 300 liter sekali produksi, sehingga mampu memenuhi permintaan pasar di Kabupaten Halmahera Timur.

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09263 seconds.