Derita Lumpuh Nuraini
Nuraini (35) wanita asal Dusun III, Aalue Sungai Pinang Kecamatan Jeumpa, Aceh Barat Daya ini harus menerima kenyataan bahwa dia berbeda dengan teman – teman dan saudara- saudaranya yang bisa menikmati indahnya hidup mempunyai pasangan dan keluarga yang bahagia, sementara dia harus menanggung penyakit lumpuh yang dideritanya semenjak masih berusia 10 tahun.
Wanita ini terlahir dari keluarga sederhana, dulunya hidup mengandalkan hasil dari kebun pala yang tidak seberapa. Namun itu semua kandas untuk biaya berobat selama bertahun-tahun . Di usianya yang sudah berkepala tiga Nuraini harus merasakan pahitnya kehidupan, menderita penyakit lumpuh.
Ironis memang, ketika orang -orang menikmati keindahan masa remaja, dia justru harus terbaring lemas di kasur menjalani derita hidupnya. Sekilas memang tidak ada perbedaan dengan wanita muda lain di desanya, wanita yang berparas cantik ini harus menanggung derita tiada akhir.
Anak ke 8 dari 9 bersaudara ini tergolong pandai, mudah bergaul dan dikenal taat agama, tapi apa nak dikata ”NASIB TINGGAL NASIB”, harus menghabiskan masa remaja dan sekolahnya hanya sebatas Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) dan tak mampu meneruskan hingga tamat karena pada usia 10 tahun mulai mendapatkan penyakit lumpuh. Nuraini sudah pernah berusaha berobat ke sejumlah pengobatan tradisional, tapi tidak membuahkan hasil apa-apa
Kesedihannya tidak sampai disitu, ketika usianya beranjak 20 tahun, di tengah deritanya dia harus merelakan kepergian sosok ayah tercinta yang menjadi tulang punggung keluarga dipanggil sang Khaliq menghadap ilahi, ditambah lagi ibunya yang sering sakit – sakitan karena faktor usia lanjut yang juga mengalami gangguan pendengaran semkin menambah daftar panjang pahitnya kehidupan Nuraini.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, sekarang Nuraini dan ibunya haya bergantung kepada saudara – saudaranya, sangat menyedihkan, jangankan untuk berobat ke rumah sakit yang biayanya mahal atau mengurus Askeskin ( Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin) yang sangat sulit dalam pengurusannya, untuk makan saja harus bergantung kepada saudara – saudaranya yang juga tergolong kurang mampu.
Kini Nuraini hanya berharap suatu hari nanti ada keajaiban Tuhan yang datang, penyakit nya bisa sembuh dan dapat menjalani hidup seperti manusia normal lainnya, ada secercah harapan di balik kegelapannya. (Aldy)
- Genta FM
- Artikel
- dibaca 4778x
- [2] komentar




Lombok Tengah, Suarakomunitas.net - Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah hingga saat ini masih cukup tinggi yakni mencapai 19,92 persen. Karenanya pemerintah setempat telah melakukan
MATARAM - Untuk mengakselarasikan pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah telah mengembangkan pariwisata didaerah pesisir Lombok.
MATARAM - Bila dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), wilayah kepulauan, hingga saat ini masih cukup rendah, jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar di Indonesia.
Bogor, Jawa Barat- Peluncuran Pintu Gerbang Layanan Pesan Singkat (SMS Gateway) untuk kampanye Strategi-strategi Terhadap Munculnya Wabah Flu dalam mendorong terciptanya
MATARAM - Kongres Sunda Kecil dan Maluku (Sukma) yang dilaksanakan sejak tanggal 20-24 Mei mendatang, diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif sebagai pemecahan masalah
Cianjur (Suara Komunitas) - HAUS adalah salah satu ciri unggas yang sehat yang berarti Halal, Aman, Utuh dan Sehat, seperti yang diungkapkan Yuliana (38) selaku narasumber 



