Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

"Aku Masita" Seri 6 "Wenue Diusir Dengan Jin Suruhan" Oleh : M. Nasrun Sastra

Setan Wenue diketahui bermukim pada sebuah gua di pegunungan Wawongkamo. Gua itu sewaktu-waktu terlihat dibersihkan bagian dalamnya dengan melihat tumpukan tanah basah di mulut gua. Setan Wenue hanya gemar menakut-nakuti kaum laki-laki, ia akan segera pergi jika tau bahwa yang ditujunya adalah perempuan.

Sekitar tahun 1970, seorang petani dari kampung Mataburanga, konon punya kelebihan bersahabat dengan Jin. Ia merasa bahwa aksi setan Wenue sudah keterlaluan dan harus dilawan. Pada suatu malam terang bulan, petani itu sedang menjaga padi ladang yang sudah mulai menguning. Ia telah merencanakan untuk mengadu setang Wenue dengan Jin sahabatnya. Beberapa orang penduduk datang, ingin menyaksikan pertarungan makhluk halus.

Sebelum tengah malam, terdengar suara gemuruh bagai pesawat terbang. Setan Wenue mulai mendekat. Petani itu langsung melepas jin laki-laki sahabatnya. Pertarungan kedua makhluk halus mulai terdengar, seperti sedang terjadi pergulatan hebat yang berusaha saling membanting. Penduduk yang ingin menyaksikan jalannya pertarungan, tidak dapat melihat wujud kedua makhluk itu. Mereka hanya dapat mendengar suara menyeramkan dan melihat efek dari pertarungannya, yaitu putaran angin kencang yang memporak-porandakan padi ladang di depan mereka. Pengendali pertarungan mengatakan bahwa Jin laki-laki sahabatnya hampir kalah, ia segera menukar dengan Jin perempuan. Pertarunganpun dimulai kembali. Gemuruh angin berputar semakin hebat. Tak lama kemudian terdengarlah seperti suara kain dirobek, disusul teriakanmenggelegar yang menyeramkan berkali-kali, semakin lama semakin jauh. suara itu adalah suara setan Wenue yang kalah dalam pertarungan, ia melarikan diri.
Sejak saat itu, setan Wenue tidak lagi datang mengganggu. Konon ia telah meninggalkan gua tempat tinggalnya dan meninggalkan wujud penampakan sebagai Masita. Ia kembali kewujud aslinya, Jin kafir atau setan.
 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09127 seconds.