Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Daun Ceplukan Penyelamat Stroke Pengalaman

Tulungagung (Suara Komunitas) Dua hari setelah ulang tahunku 11 Maret 2014 , ada kisah seorang yang terkena penyakit  stroke pada lengan kanannya. Tangannya tak berdaya, tiidak bisa diangkat, apalagi mengangkat beban. Beliau sedih dan menangis kala itu, pakai baju tak bisa, Apalagi memakai celana, Mandi tak mampu memegang sabun, Hanya air shower yang mampu membasahi tubuhnya. Allah masih sayang pada umatnya ada seorang tukang jahit memberikan pohon " CEPLUKAN " padanya . Lalu beliau  cuci pohon ceplukan seutuhnya hingga bersih : Akar , batang , daun buah pokok semuanya . Lalu dimerebusnya dengan 4 gelar air . Setelah dingin beliau minum pagi 1 gelas , siang juga malam hari . Alhamdulillah , setelah meminimnya selama 2 hari Allah memberikan kesembuahan padanya .

Jari manis beliau sudah bisa digerakkan sehingga bisa berbagi cerita bahwa ceplukkan bisa di bilang dalam bahasa latinnya yakni Physalis angulata L ini merupakan terna semusim, tumbuh tegak, berongga dan berusuk. Terdapat forma berbatang lembayung. Daun letaknya berseling, bertangkai. Helaian daun berbentuk bulat telur sampai lanset, tepi berlekuk atau beringgit, ujung runcing, tulang daun menyirip. Permukaan daun berwarna hijau, bagian bawah hijau muda, berambut halus. Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun dan bertangkai. Mahkota bunga berbentuk lonceng warna kuning muda. Buah berbentuk lentera, saat masak berwarna kuning. Biji bulat pipihm berwarna kuning kecokelatan.

Kandungan kimia yang terdapat pada daun ciplukan ini mengandung asam klorogenat, kulit buah mengandung C27H44O-H2O dan biji menganadung elaidic acid. Daun dan batang mengandung physalin.

Bunga ceplukan (physalis angulata) ada di ketiak daun, dengan tangkai tegak berwarna keunguan serta dengan ujung bunga yang mengangguk. kelopak bunga sharing lima, dengan taju yang bersudut tiga serta meruncing. mahkota bunga menyerupai lonceng, berlekuk lima berwarna kuning muda dengan noda kuning tua serta kecoklatan di leher bagian didalam. benang sari berwarna kuning pucat dengan kepala sari biru muda.

Buah ceplukan (physalis angulata) ada di dalam bungkus kelopak yang menggelembung berupa telur berujung meruncing berwarna hijau muda kekuningan, dengan rusuk keunguan, dengan panjang lebih kurang 2-4 cm. buah buni didalamnya berupa bulat memanjang berukuran pada 1, 5-2 cm dengan warna kekuningan bila masak. rasa buah ciplukan manis serta kaya faedah jadi herbal.

Ciplukan, sesuai dengan bentuknya yang mirip-mirip dengan buah-buah untuk lalapan seperti Labu Siam, dan Terung, termasuk dalam famili tumbuhan Solanaceae (terung-terungan). Tapi meski nama tumbuhan ini berbau bahasa Nusantara, boleh percaya atau tidak, ia berasal dari kawasan tropis Amerika Latin.

Pohon ceplukan dianggap datang dari tempat tropis Amerika serta tersebar ke beragam lokasi di Amerika, Pasifik, Australia, serta Asia terhitung Indonesia. Di Indonesia, ciplukan tumbuh dengan alami di semak-semak dekat pemukiman sampai tepian rimba, tumbuhan yang kaya faedah jadi obat-obatan ( herbal ) ini dapat hidup sampai di ketinggian 1.600 meter dari permukaan laut.  Selamat mencoba !(Tuti Al azhaar FM.)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08819 seconds.