Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Cara Beternak Ayam Kampung yang Menguntungkan Pengalaman

Wakumoro (SK)- Warga masyarakat Petani di perkampungan Kabupaten Muna khususnya Desa Wakumoro Kecamatan Parigi Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara (SULTRA) dan sekitarnya,pada umumnya masyarakatnya adalah memelihara ayam. Dalam memelihara ayam tersebut dilakukan seadanya tanpa memikirkan kelemahan dan kelebihannya, atau untung dan ruginya.

Pada hari Minggu(12-01-2014) seorang awak media Radio Kantorana FM bercerita dengan Pegawai BPTP (Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian) Provinsi Sulawesi Tenggara, Wa Ode Aljumiati, S.Pt (34)
Unit Kerja BPTP Sulawesi Tenggara, dengan tidak menunggu lama langsung menanggapi hal tersebut " Kalau ada Program acara khusus petani di Radio Kantorana saya bersedia untuk memberikan Naskah Tentang Cara Berternak Ayam Kampung Yang Menguntungkan" katanya.
Karena dianggap penting buat warga yang memiliki hobi beternak ayam kampung maka langsung disiarkan di radio Kantorana pada hari selasa(21-01-2014) dalam acara Kantorana Kontak Tani dengan Judul;
"Cara Berternak Ayam Kampung Yang Menguntungkan "

Selengkapnya: Banyak yang tidak menyadari bahwa beternak ayam kampung secara intensif bisa menjadi budidaya yang mudah dan menguntungkan, Mengubah cara beternak ayam kampung dari sistem ekstensif ke sistem semi intensif atau ke intensif memang tak gampang, terlebih cara beternak sistem tradisional sudah menggenerasi di masyarakat kita. Padahal sesungguhnya ayam kampung memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Namun hal itu belum bisa menjadi sumber ekonomi yang diandalkan untuk saat itu. Permasalahan tersebut lebih disebabkan karena manajemen peternakan ayam kampung belum efektif dan efisien. Ketidakefektifan ternak ayam kampung selama ini adalah pada sistem pemeliharaan yang dibuat secara umbaran. Pada model pemeliharaan ayam semacam ini menyebabkan penyakit sulit dikontrol dan efisiensi pakan juga sangat rendah sehingga pemeliharaannya tidak memberikan keuntungan sesuai yang diharapkan.

Agar ternak ayam kampung lebih menguntungkan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah pemeliharaan ternak ayam kampung dengan cara dikandangkan atau intensif, ini penting untuk memudahkan pengontrolan terhadap penyakit dan kesehatan ternak lebih terjaga, apalagi selama ini penyakit tahunan kerap menyerang ternak ayam kampung umbaran secara merata di setiap musim pancaroba.
Keuntungan dari sistem ternak ayam kampung yang dikandangkan adalah tingkat kematian ayam kampung bisa ditekan secara signifikan. Selain masalah kesehatan, beberapa sifat buruk ayam kampung juga bisa dikurangi dengan model seperti ini, misalnya sifat mengeram dengan rekayasa genetik, dimana sifat mengeram ini bisa dikurangi.

 Sifat lain adalah sifat kanibal atau sifat agresif menyerang ayam lain atau suka mematuk ayam lain. Sifat agresif bisa dikurangi dengan cara seleksi dan menggunaan kandang litter. Selain itu sifat agresif bisa dikurangi dengan penggunaan ransum dengan serat kadar tinggi mengurangi kepadatan populasi dalam kandang dan membuat kandang tidak terlalu terang dan agar kandang tidak terlalu terang pada siang hari kandang bisa diberi tirai.

Usaha ternak ayam kampung selama ini masih menggunakan teknologi budidaya tradisional yang sistem pemeliharaannya banyak dilakukan secara alami atau dibiarkan berkembang secara alami, sehingga hasilnya belum sesuai dengan yang diharapkan dan memiliki produktivitas rendah. Karena itu sebaiknya pengembangan peternakan ayam kampung harus merupakan usaha agribisnis. Perubahan-perubahan yang perlu dilakukan adalah peternak harus memilih usaha antara telur dan daging secara terpisah.

Pemeliharaan ayam kampung sebagai penghasil daging atau telur secara intensif melalui perbaikan manajemen pemeliharaan (ransum, vaksinasi, perkandangan) peningkatan skala usaha dan permodalan dapat menghasilkan tambahan pendapatan bagi peternak yang lebih besar. Spesialisasi ini terutama dapat dilakukan di daerah sekitar kota besar seperti saat ini sudah mulai berkembang, Tetapi untuk daerah pelosok pedesaan sistem pemeliharaan masih merupakan gabungan untuk menghasilkan telur tetas atau telur konsumsi dan ayam potong.
Jika pola manajemen ternak ayam kampung telah dilakukan dengan baik maka tidak mustahil usaha ternak ayam kampung akan menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat, dan produk ayam kampung dapat menjadi komoditas yang bisa diekspor. Namun semuanya perlu perbaikan usaha ternak dari mulai pembibitan, pemeliharaan hingga pasca produksinya.

Bibit memiliki kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan sebuah usaha pemeliharaan yang mudah dan menguntungkan. Bibit ayam kampung (DOC) bisa kita peroleh dengan cara membeli DOC ayam kampung langsung dari pembibit membeli telur tetas lalu menetaskannya sendiri atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas yang selanjutnya ditetaskan sendiri, baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas. Singkatnya DOC ayam kampung yang sehat dan baik punya kriteria seperti: mampu berdiri tegap, sehat dan tidak cacat mata, bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.

Pakan memiliki kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan sebuah usaha budidaya (pemeliharaan) yang mudah dan menguntungkan. Pakan untuk ayam kampung pedaging sebenarnya sangat fleksibel dan tidak serumit dibanding jika kita beternak ayam pedaging petelur atau puyuh sekalipun. Bahan pakan yang bisa diberikan yaitu berupa konsentrat, dedak, jagung, pakan alternatif seperti sisa dapur atau warung dan lain-lain. Yang terpenting dalam menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar 12% & energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg.

Sebaiknya jarak kandang dengan permukiman minimal 10 meter, tidak lembab, sinar matahari pagi bisa masuk, dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang. Pembersihaan kandang dan peralatannya dilakukan secara teratur sebagai usaha biosecurity, dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi ternak itu sendiri.

Untuk ukuran kandang tidak ada ukuran standar namun disarankan sebaiknya lebar kandang antara 4 - 8 meter dan panjang kandang tidak lebih dari 70 meter. Yang terpenting adalah daya tampung atau kapasitas kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45 sampai 55 ekor, DOC ayam kampung sampai umur 2 minggu dan jumlahnya dikurangi sesuai dengan bertambahnya umur ayam. Demikian semoga dapat bermanfaat untuk anda. "Sumber Naskah, Wa Ode Aljumiati, S.Pt". Darwin Kantorana FM.
 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09046 seconds.