Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Maklumat Kesultanan Deli Meredam Terjadinya "Killing Field" Berita

Medan (Suara Komunitas. net) Konflik tanah yang terjadi di wilayah Kesultanan Deli yang merupakan areal eks konsensi perkebunan yang saat ini dikuasai oleh pihak ketiga akan menjadi “killing field” (arena pembantaian) jika pemerintah tidak segera mengembalikan status tanah tersebut kepada Kesultanan Deli sebagai pemangku adat masyarakat melayu deli. Demikian pernyataan Kesultanan Deli dalam siaran persnya Senin (3/2) kemarin di Hotel Garuda Plaza Medan.

Melalui maklumatnya, Kesultanan Deli bersama Datuk Empat Suku yang berasal dari Urung Serbanyaman, Sepuluh Dua Kuta, Sukapiring dan Senembah, Kesultanan Deli mengingatkan kepada semua pihak untuk tidak melakukan transaksi apapun di atas lahan konsesi Kesultanan Deli. Hal ini untuk menghindarkan terjadinya korban jiwa dan kerugian yang lebih besar di kemudian hari.

Dr. OK. Saidin, SH, M.Hum selaku Kepala Urusan Pertanahan Kesultanan Deli menegaskan, bahwa maklumat ini ditujukan kepada pihak-pihak yang menguasai tanah-tanah Kesultanan Deli yang dulunya dikonsesikan kepada perusahaan asing kemudian atas nama nasionalisasi dikuasai oleh Perusahaan Negara (BUMN) yang sebahagian telah dialihkan kepada pihak ketiga melalui kebijakan divestasi dan sebahagian lagi dikuasai dengan cara melawan hak, baik oleh badan hukum maupun perorangan. Untuk itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan langkah-langkah hukum.

“Saat ini kami telah mengumpulkan bukti-bukti otentik, termasuk surat dan peta konsensi yang berasal dari Belanda.” ungkap Saidin.

Sementara Prof. Dr. Solly Lubis guru besar Fakultas Hukum USU yang hadir dalam pertemuan tersebut menegaskan perlunya pengakuan yang lebih jelas terhadap hak-hak masyarakat ulayat. Selain itu sertifikasi tanah dan bangunan harus lebih membudaya di kalangan masyarakat.

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09772 seconds.