Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Dua Gunung Api di Sulut Siaga, Satu Waspada Berita

Manado, SuaraKomunitas.Net – Kepala Pusat Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho merilis terdapat dua gunung berapi di Sulawesi Utara (Sulut) berstatus Siaga (Level III) yaitu, Gunung Karangetang di Kepulauan Sangir dan Gunung Lokon di Kota Tomohon. Sedangkan gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Selatan masih dengan status Waspada (Level II).

Masyarakat dihimbau untuk tidak panik dan cemas tetapi mengikuti batas-batas aman yang dikeluarkan oleh instansi berwenang dan pemerintah setempat. Status Waspada artinya ada kenaikan aktifitas di atas level normal sehingga perlu penanganan dan sosialisasi lebih lanjut.

“Pada status Siaga menunjukan bahwa aktivitasnya dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju kepada keadaan yang dapat menyebabkan bencana. Hal ini penting untuk di sosialisasikan di wilayah-wilayah yang terancam,” kata Sutopo dalam rilisnya.

Terkait peningkatan status gunung berapi di Sulawesi Utara ini, Pemerintah Provinsi beberapa kali menghimbau agar masyarakat disekitar gunung berapi tersebut untuk mengikuti batas-batas aman yang telah ditetapkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di himbau terus memberikan informasi akurat kepada masyarakat untuk meminimalisir kerugian dan korban jiwa.

Seperti diketahui Gunung Lokon di Kota Tomohon sempat meningkat aktifitasnya pada awal Januari 2014 dengan terjadinya belasan kali gempa tektonik jauh dan gempa vulkanik dangkal, “Namun saat ini kegempaannya mulai menurun, hingga kini status gunung Lokon masih Siaga pada level III,” kata Ferry, petugas pengamatan gunung api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen.

Farid Ruskanda Bina, Kepala Pos Pemantau mengatakan Status Siaga gunung Lokon yang ditetapkan PVMBG Bandung telah berlangsung dua tahun lima bulan sejak letusan Juli 2011 lalu. Intensitas Lokon berangsur turun paska letusan September 2013, “Sekarang ini rata-rata kegempaan berjumlah tiga kali dalam satu hari. Jadi sudah menurun dari waktu-waktu sebelumnya,” ungkapnya.

Masih menurut Bina, masyarakat yang melakukan aktifitas kegiatan di radius bahaya sejauh 2,5 kilometer dari kawah Tompaluan untuk tetap bersiaga, sebab PVMBG sempat menaikan status Lokon ke level Awas pada akhir tahun lalu, tetapi diturunkan kembali ke Siaga hingga saat ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09127 seconds.