Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Analisis WALHI tentang Penyebab Pendangkalan Teluk Kendari Pendapat

KENDARI (SK) - Hasil penelitian Balai Penelitian Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) Sampara menyebutkan, dalam kurun waktu 13 tahun terakhir terjadi pendangkalan di Teluk Kendari seluas 101,8 hektar dan kedalaman laut berkisar 9 meter sampai 10 meter. Luasan wilayah teluk ini menyusut dari semula 1.186,2 hektar menjadi 1.084,4 hektar pada tahun 2000.

Sungai Wanggu yang menguasai Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 152,08 hektar merupakan penyumbang sedimentasi terbesar mencapai 357.810,59 ton/tahun. Selain itu, menurut dokumentasi institusi teknis, Dinas Kehutanan Provinsi Sultra, terdapat 10 hingga 18 sungai yang bermuara di Teluk Kendari. Selain Sungai Wanggu, sungai lain juga ikut berkontribusi, misalnya Sungai Benubenua (DAS) 21,00 Km2, Sungai Lahundape (DAS) 16,00 Km2, Sungai Mandonga (DAS) 18,00 Km2 Sungai Sodoha (DAS) 20,00 Km2, Sungai Tipulu (DAS) 12,00 Km2 serta Sungai Wua-wua, Kemaraya, Anggoeya, dan Sungai Kampungsalo.

Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Haluoleo telah memprediksi sedimentasi itu sejak tahun 2003. Mereka menyebutkan Sungai Wanggu, Kambu, dan Mandonga adalah tiga sungai menyumbang sedimentasi sekitar 1.330.281 m3/tahun dengan laju pendangkalan 0,207 m/tahun. Hal itu yang membuat kondisi Teluk Kendari semakin memprihatinkan. Lembaga ini juga memperkirakan dalam sepuluh tahun mendatang, kontur kedalaman 1,2 sampai 3 meter berubah menjadi daratan seluas 923,4 hektar, sehingga perairan Teluk Kendari tinggal 197,1 hektar. Lebih jauh lagi diprediksi sampai 24 tahun mendatang kontur kedalaman 1, 2, 3, 4, sampai 10 meter berubah menjadi daratan seluas 1.091,1 hektar, sehingga Teluk Kendari sisa seluas 18,8 hektar.

Selain Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menjadi penyumbang sendimentasi, infrastruktur yang berada di sekitar DAS dan Teluk Kendari menjadi penyumbang sedimentasi terbesar. Jumlah total sedimentasi berdasarkah hitungan Batimetri pada tahun 2010 sebesar 55,304,766.7, dari jumlah tersebut pembangunan infrastruktur sebagai penyumbang terbesar pertama terhadap sedimentasi, yaitu sebesar 49.292.191.7 atau 89%, Sumber: WALHI Sultra. (Ibe/Warta Sultra)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.10768 seconds.