Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Potensi Sumber Daya Teluk Kendari Terancam, Sumber Ekonomi Masyarakat Sekitar Teluk Terancam Pendapat

 KENDARI (SK) - Sejak dahulu kala, Teluk Kendari dimanfaatkan masyarakat Kota Kendari sebagai sumber ekonomi, yaitu sebagai nelayan, pencari kepiting, kerang, petani rumput laut, pencari daun nipa-nipa (daun palem), penyedia jasa transportasi laut, dan pedagang kaki lima, mereka tersebar di 15 kelurahan, yaitu Kelurahan Sadoha, Kelurahan Sanua, Kelurahan Benua-benua, Kelurahan Watu-watu, Kelurahan Tipulu, Kelurahan Andouonohu, Kelurahan Anggoeya, Kelurahan Poasia, Kelurahan Puday, Kelurahan Lapulu, Kelurahan Petoaha, Kelurahan Bungkutoko, Kelurahan Talia, Kelurahan Tondonggeu.

Potensi sumber daya laut Teluk Kendari seperti ikan, kepiting, udang, dan jenis-jenis kerang dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Kendari sebagai sumber ekonomi. Dahulu, ketika Teluk Kendari belum mengalami pendangkalan, Teluk Kendari merupakan wilayah tangkap utama, bagi nelayan di Kota Kendari. Namun, sejak mengalami pendangkalan, wilayah tangkap nelayan Teluk Kendari mengalami penyempitan dan akhirnya bergeser keluar.

Saat ini nelayan yang masih memanfaatkan Teluk Kendari sebagai wilayah tangkap adalah mereka yang menggunakan alat secara tradisional seperti mamasang pukat, memancing dan budidaya bibit ikan yang biasa disebut dalam bahasa local „„karamba”. Bibit tersebut mereka peroleh di kawasan hutan mangrove.

Selain menjadi nelayan, mereka juga mencari kepiting di kawasan pesisir Teluk Kendari. Hasil tangkapan mereka, dijual ke pedagang ikan dan kepiting atau kerang sekitar kawasan Teluk Kendari. Saat ini penebangan hutan mangrove di kawasan pesisir Teluk Kendari, menyebabkan sumber ekonomi mereka, mulai terancam. Secara jelas, mereka membutuhkan kawasan pesisir, termasuk mangrove yang merupakan habitat dari komoditas mereka (bibit ikan, kepiting dan kerang).

Budidaya rumput laut juga menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat sekitar Teluk Kendari. Sejak maraknya pembangunan infrastruktur disepanjang Teluk Kendari, masyarakat petani rumput laut mulai menuai dampak. Saat ini jumlah petani budidaya rumput laut mulai berkurang, dikarenakan menurunnya hasil panen akibat pecemaran. Daun nipa-nipa yang dipergunakan masyarakat sebagai atap dan tikar. Kaum perempuan memanfaatkan potensi sumberdaya alam tersebut, sebagai salah satu penghasilan penunjang ekonomi keluarga juga mulai terancam keberadaanya. (Ibe/Warta Kendari)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.0903 seconds.